SERANG – Dukungan terhadap pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Provinsi Banten semakin banyak.
Mulyadi Jayabaya, Dewan Pengarah Tim Kemenangan Nasional (TKN) Provinsi Banten Joko Widodo-Ma’ruf Amin Provinsi Banten, mengaku malah sudah mendapat dukungan dari kepala-kepala desa yang ada di wilayah Lebak dan Pandeglang.
“Di tingkat desa sudah banyak yang menyatakan, Pak Haji (Jayabaya menyebut dirinya-red), saya siap dukung Jokowi. Dan itu sudah ada sebanyak 1.554 kepala desa se-Banten. Kalau Lebak-Pandeglang sebanyak 684 kades,” kata Mulyadi Jayabaya saat menjadi pembicara pada acara dialog Forum Jurnalis Politik Banten bertajuk ‘Adu Strategi Pemenangan di Banten’ yang digelar di aula Kebon Kubil, Kota Serang, Kamis (14/2).
Mantan bupati Lebak dua periode ini mengibaratkan strategi pemenangannya seperti gaya pebalap asal Spanyol, Marc Marquez, pada kejuaraan dunia MotoGP atau Grand Prix Sepeda Motor. “Ibarat mesin, kita itu Honda seperti Marc Marquez. Awalnya pelan, tapi setengah jalan lari kencang,” katanya.
Dengan gayanya yang berapi, pria yang akrab disapa JB itu menyatakan bahwa survei internalnya untuk pasangan Jokowi sudah mencapai 57 persen untuk wilayah Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. “Dua tiga bulan lalu survei Pak Jokowi rendah, tapi insya Allah nanti bisa 70 persen,” cetusnya.
Faktor lain yang membuat JB yakin jagoannya menang karena Jokowi sudah berbuat selama menjabat sebagai presiden. Sedangkan rivalnya, Prabowo Subianto, belum pernah menjabat. “Jadi, sudah banyak yang dilakukan Pak Jokowi sehingga enak nilainya,” ujarnya.
Klaim JB ini ditanggapi santai oleh Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) Desmond J Mahesa yang juga hadir sebagai narasumber. “Kami tidak pernah lakukan survei, yang sering keluarkan survei itu kan timnya 01, dan hari ini dibantah Pak JB. Itu yang bikin kita semangat,” katanya.
Anggota DPR RI ini lantas berseloroh tentang pengalamannya bersama JB pada dinamika Pilgub Banten 2017. “Kita dulu sama-sama dukung Pak WH (saat Pilgub), tapi Pak JB puter badan. Mudah-mudahan dengan Pak JB di 01 seperti pilgub, dan kita 02 yang menang,” canda Desmond yang dibalas tawa oleh JB dan hadirin.
“Kalau 02 menang, itu keajaiban. Kita enggak punya apa-apa. Polisi enggak punya, pengawas enggak punya, kelurahan enggak punya. Tapi, survei intenal mereka (kubu 01-red) kita menang,” sambung Ketua DPD Gerindra Banten ini.
Menurut Desmond, yang membuat Prabowo semakin kuat sejak Pemilu 2014 di Banten karena ada kasus-kasus ketidakadilan yang dilakukan aparat penegak hukum. Kasus-kasus tersebut menyebabkan banyaknya gelombang protes dari masyarakat. “Kalau boleh jujur, Prabowo sudah kalah dari awal. Tapi karena banyak aparat melakukan kesan yang buruk di masyarakat, itu malah ‘membunuh’ Jokowi dan pindah ke Prabowo,” ungkapnya.
Menurutnya, masyarakat sudah cerdas dalam menentukan pemimpin ideal. Karenanya, tanpa menyebut persentase, Desmond meyakini dapat memenangkan Pilpres 2019. “Kita lihat nanti saja di TPS saat pencoblosan,” tantangnya.
Pada dialog tersebut, baik JB dan Desmond sama-sama menyepakati bahwa pemilu harus menjadi pendidikan politik masyarakat Banten. Perbedaan politik jangan sampai membuat permusuhan. Mereka menilai, yang lebih penting masyarakat Banten punya daya tawar untuk lima tahun yang akan datang. (Supriyono)









