slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Keterlaluan

Aas Arbi by Aas Arbi
28-02-2019 12:52:39
in Catatan Dahlan Iskan
Keterlaluan
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Oleh: Dahlan Iskan

Saya sering baca iklan menyenangkan. Di tengah-tengah berita di luar negeri. Tentang Indonesia.

Baca Juga :

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF Jepang 

Pertama Kali! Disway Group Jalin Kerjasama dengan Brand Kecantikan Lokal B Erl Cosmetics

Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional

Isinya: datanglah ke Indonesia. Rasakan penerbangannya. Tarifnya keterlaluan — murahnya.

Seminggu terakhir ini saya tidak lagi melihat iklan seperti itu. Sejak tarif tiket pesawat tidak ‘keterlaluan’ lagi.

Bahkan kini ‘keterlaluan’ — sebaliknya. Bukan saja harga tiketnya naik. Bagasi pun dikenakan biaya.

Sejak itu ada yang beda. Pesawat tidak selalu penuh lagi. Misalnya saat saya ke Pontianak. Sebelum Cap Go Meh. Dengan pesawat Lion. Banyak kursi kosong. Ada pula kesibukan tambahan. Bagi pramugarinya: mengawasi barang bawaan penumpang.

Saya lihat lebih banyak penumpang membawa koper ke cabin. Agar tidak bayar bagasi. Pun koper yang agak berat. Dibawa pula masuk pesawat.

Terpaksa pramugari turun tangan. Koper-koper itu diminta. Untuk diturunkan lagi. Ada petugas yang membawanya turun. Dimasukkan perut pesawat.

Semula sang penumpang menolak. Ngotot. Tapi pramugari tahu apa yang lagi berputar di pikiran penumpang: takut disuruh membayar.

Maka sang pramugari menjelaskan: tidak perlu bayar. Koper itu diturunkan agar tidak memenuhi tempat barang di atas kepala.

Pulang dari Pontianak pemandangan serupa terlihat lagi.

Saya tidak terlalu mikir perubahan aturan itu. Saya jarang bawa koper.

Kadang saya lihat memang tidak masuk akal: apa saja dibawa naik pesawat. Tapi saya juga maklum. Oleh-oleh itu penting. Untuk budaya Asia. Jangan lihat harganya. Harus dilihat niat dalam hatinya.

Sayur dijual di ruang tunggu Bandara Chiang Mai. Penumpang jurusan Bangkok menyukainya. Di Bangkok sayuran mahal. 

Sejak tarif baru itu saya juga mencatat perubahan lain: Lion berusaha terbang on time. Seminggu munggu lalu saya empat kali naik Lion. Bukan saja selalu tepat waktu. Lion juga terlihat berusaha keras untuk tepat waktu. Misalnya: boarding lebih awal. Terlihat kru daratnya lebih sigap. Dalam mempersiapkan boarding.

Saking tepatnya saya ketinggalan pesawat. Dari Pontianak ke Jakarta. Padahal hanya telat 10 menit. Saya harus beli tiket lagi penerbangan berikutnya. Saya tidak mengeluh. Dalam hati saya justru menghargai ketepatan waktunya itu.

Saya juga tumben: diminta mengisi survey. Seumur-umur saya baru sekali ini diminta Lion mengisi pertanyaan-pertanyaan seperti itu.

Saya mengisinya dengan sungguh-sungguh. Misalnya ketika ditanya berapa kali naik pesawat. Dalam satu bulan.

Saya mencontreng jawaban terakhir: lebih lima kali.

Saya harus isi itu. Agar saya dimasukkan responden yang penting.

Ketika ditanya paling sering naik pesawat apa, saya jawab dengan sebenarnya: Citilink dan Batik. Bukan Lion.

Pertanyaan lain yang penting tinggal satu: apa yang diutamakan saat memilih pesawat.

Jawaban saya: No. 1 tepat waktu. No. 2 tepat waktu. No. 3 tepat waktu.

Saya memang tidak pernah mempersoalkan ada makanan atau tidak. Disediakan makanan pun sering tidak saya makan. Kuenya pasti manis. Masakannya pasti kalah dengan dapur istri saya. 

Dan lagi saya memilih tidur daripada makan. Sering sekali saya tidak tahu kapan pesawat take off. Sudah tertidur saat pesawat masih taxiing. Saya juga jengkel kalau saat enak-enaknya tertidur dibangunkan. Hanya untuk diberitahu bahwa makanannya sudah datang.

Atau memilih nulis artikel. Untuk DI’s Way. 

Saya juga tidak mempersoalkan duduk di ekonomi atau bisnis. Sama saja. Untuk jarak pendek. Saya hanya harus naik kelas bisnis kalau terbang jarak jauh.

Saat ke Taiwan bulan lalu saya coba rute ‘aneh’: Surabaya-Brunei-Taipei. Ekonomi.

Itu karena saya melihat peta. Posisi Brunei ternyata tepat di tengah garis Surabaya-Taipei. Tegak lurus ke utara.

Kalau lewat Singapura sebenarnya rugi. Pun lewat Kuala Lumpur. Ke barat dulu. Baru ke utara.

Untuk lurus ke utara itu saya pilih Royal Brunei. Surabaya-Brunei dua jam. Brunei-Taipei dua jam. Hanya saja transitnya di Bandar Seri Begawan. Ibukota Brunei. Yang bandaranya sepi. Sunyi sekali. Gak masalah. Toh saya tidak terlalu tergiur dengan keramaian. Sepi itu kadang baik sekali. Untuk dinikmati.

Saya tidak tahu. Apakah Lion serius. Dalam usaha membuat jadwalnya lebih tepat. Yang selama ini dikenal sebagai keterlaluan: kegemaran telatnya.

Penumpang beristirahat di lincak/amben di Bandara Chiang Mai. 

Saya coba penerbangan murah ke Thailand sekarang ini. Untuk membandingkan tarif baru Indonesia. Dari Singapura ke Chiang Mai saya naik pesawat Scoot. Dua jam penerbangan. Lebih dikit. Belinya agak mendadak. Harganya Rp 1.450.000. 

Saat menulis naskah ini saya lagi di bandara Chiang Mai. Jam 17.00 kemarin. Akan terbang ke Udon Thani. Dekat perbatasan Thailand-Laos.

Saya naik pesawat Nok. Artinya ‘burung’. Atau dalam bahasa Filipina disebut ‘manok’. Dalam bahasa Jawa ‘manuk’.

Penerbangan Nok ini sejauh 1 jam 10 menit. Mirip Surabaya-Jakarta. Membelinya lima jam sebelum keputusan ke Udon Thani. Harganya: Rp 800.000.

Saat hendak masuk pesawat Nok Air. Nok artinya burung.

Dua kemungkinan yang akan terjadi. Setelah harga tiket di Indonesia tidak keterlaluan lagi: jumlah penumpang turun, lalu harga tiket diturunkan lagi.

Kemungkinan lain: penumpang sudah terbiasa dengan tarif baru. Jumlah penumpang naik lagi.

Tergantung siapa presidennya nanti. Pun kalau ada hubungannya. (dahlan iskan)

Tags: Disway
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Forum Honorer K2 Dukung Prabowo-Sandi

Next Post

Tottenham Tunduk, Chelsea Berjaya di Derby Ibukota

Related Posts

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang
Berita Utama

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang

by Agung S Pambudi
Sabtu, 8 November 2025 22:14

JAKARTA,RADARBANTEN.CO.ID - Disway Group menerima kunjungan Shonan Industrial Promotion Foundation (SIPF) dari Jepang. Direktur Keuangan Disway Group Verry Madur dan...

Read moreDetails

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF Jepang 

Pertama Kali! Disway Group Jalin Kerjasama dengan Brand Kecantikan Lokal B Erl Cosmetics

Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional

Bos Radar Banten Group Mashudi Ditunjuk Jadi Direktur Pemberitaan dan Jaringan Disway Group

Menkop Budi Arie: Koperasi Merah Putih Bisa Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Disway Award 2024: Andra Soni Raih Penghargaan Sosok Inspiratif Generasi Muda

Dahlan Iskan Ajak Perusuh DISWAY ke Kampung Agrinex

Ibu Anak

Batu Ganjar

Next Post
Tottenham Tunduk, Chelsea Berjaya di Derby Ibukota

Tottenham Tunduk, Chelsea Berjaya di Derby Ibukota

Kampanye Akbar Dibagi Dua Zona

Kampanye Akbar Dibagi Dua Zona

Inilah Kondisi Guideline Trotoar Cilegon

Inilah Kondisi Guideline Trotoar Cilegon

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

mengenakan pakaian adat dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun 2026.

Biro Umum Berikan Penghargaan kepada Kartini Masa Kini

Selasa, 21 April 2026 20:53
41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

Selasa, 21 April 2026 20:46
Nelayan Asal Wanasalam Hilang di Perairan Pantai Bagedur

Nelayan Asal Wanasalam Hilang di Perairan Pantai Bagedur

Selasa, 21 April 2026 20:41
Bejat! Kaka Beradik di Cilegon Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung

Bejat! Kaka Beradik di Cilegon Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung

Selasa, 21 April 2026 20:37
Momentum Hari Kartini, Kohati HMI Cilegon Soroti 37 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Momentum Hari Kartini, Kohati HMI Cilegon Soroti 37 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Selasa, 21 April 2026 20:32
Tiga Bulan, 44 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Pandeglang

Tiga Bulan, 44 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Pandeglang

Selasa, 21 April 2026 20:28
mengenakan pakaian adat dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun 2026.

Biro Umum Berikan Penghargaan kepada Kartini Masa Kini

Selasa, 21 April 2026 20:53
41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

Selasa, 21 April 2026 20:46
Nelayan Asal Wanasalam Hilang di Perairan Pantai Bagedur

Nelayan Asal Wanasalam Hilang di Perairan Pantai Bagedur

Selasa, 21 April 2026 20:41
Bejat! Kaka Beradik di Cilegon Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung

Bejat! Kaka Beradik di Cilegon Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung

Selasa, 21 April 2026 20:37
Momentum Hari Kartini, Kohati HMI Cilegon Soroti 37 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Momentum Hari Kartini, Kohati HMI Cilegon Soroti 37 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Selasa, 21 April 2026 20:32
Tiga Bulan, 44 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Pandeglang

Tiga Bulan, 44 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Pandeglang

Selasa, 21 April 2026 20:28

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

mengenakan pakaian adat dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun 2026.

Biro Umum Berikan Penghargaan kepada Kartini Masa Kini

by Rostinah
Selasa, 21 April 2026 20:53

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Banten memperingati Hari Kartini dengan memberikan penghargaan kepada sosok Kartini masa kini di...

41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

by Yusuf Permana
Selasa, 21 April 2026 20:46

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa Provinsi Banten mulai memanaskan mesin partai menjelang agenda politik ke...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak