Banten boleh berbangga. Di tengah santernya isu kenakalan remaja, kabar menyenangkan mencuat dari siswa SMA Islam Nurul Fikri Boarding School (NFBS), Cinangka, Kabupaten Serang. Mereka menggondol juara 2 untuk lomba robotik tingkat Jawa dan Sumatera.
HILAL AHMAD – Serang
Bermula dari kiriman informasi melalui pesan WhatsApp dari sang guru, Andriono, Radar Banten pun melacak kabar diraihnya prestasi itu. Andriono bilang, pada 16-17 Maret 2019, Tim Robotik SMA Islam NFBS mengikuti lomba yang diselenggarakan Universitas Teknokrat Indonesia, Bandarlampung. Event yang bernama Kontes Robot Teknokrat 2019 ini adalah kompetisi yang diselenggarakan untuk tingkat SMA regional se-Sumatera-Jawa.
Untuk kegiatan ini, tim robot SMA Islam NFBS mengikuti dua cabang lomba yakni robotika yang dilatih oleh Ustaz Khayrul Arham dan roket air yang dilatih Ustaz Adha Firmansyah.
Pada kontes ini, para siswa menyabet tiga kategori juara. Yakni juara 2 robot line follower transporter oleh M Ramdhani Al Azraq Syah dan Davi Aulia Pratama, juara 4 line follower transporter oleh Daiyan Uthsa dan Ali Rahman, serta best design roket air oleh M Zidan Naufal dan Rishan Aziz.
Muhamad Ramdhani, siswa kelas 10 IPA 2 yang ditunjuk sebagai ketua tim robotik menjelaskan, tahu info lomba dari website Universitas Teknokrat Indonesia. “Kami melakukan persiapan hanya dua minggu. Saya dan Davi ikut line follower transporter dan sibuk nyiapin trek,” jelas Ramdhani.
Line follower transporter dijelaskan alumnus MTs di Bandarlampung ini, berupa kompetisi robotik yang mengharuskan robot yang dibuat, berjalan mengikuti garis yang dibuat panitia. Tantangannya adalah mengangkut kotak dan memindahkan kotak itu ke tempat yang sudah ditandai panitia. “Sebelum lomba, kami harus memprogram robotnya dan membuat alat-alat buat robotik,” jelas siswa kelahiran Depok, 25 Juli 2003 yang hobi membaca novel, main bola, dan main games ini.
Tingkat kesulitan pada lomba ini, menurut dia, cukup lumayan. Belum lagi peserta yang hadir dari berbagai provinsi di Pulau Sumatera dan Jawa sebagai saingan yang dianggap hebat-hebat.
Keikutsertaan SMA Islam NFBS pada lomba ini, dijelaskan Davi karena di sekolah ada ekskul robotik yang diikuti siswa kelas X sampai XII, berlangsung Jumat sore dengan mempelajari program robot dan merakitnya. “Yang diutus semua kelas X karena kelas XI sedang menangani acara Flight. Ini semacam kegiatan acara akbar tingkat nasional, kalau kelas XII sedang ujian,” imbuh pria kelahiran Serang, 10 Juni 2003 ini.
Alumnus SMPIT Raudhatul Jannah Cilegon ini menambahkan, tertarik menekuni robotik dan mau diutus sebagai peserta, karena robotik memiliki keseruan tersendiri. “Buat ngilangin kejenuhan dan mengisi waktu luang. Dari kegiatan ini bisa menambah pengalaman baru dengan hal bermanfaat,” tukas siswa yang hobi membaca dan menggambar ini.
Muhamad Zidan Naufal, berbeda dari kedua temannya. Ia dipercaya mengikuti kategori lomba roket air pada kompetisi robotik se-Jawa dan Sumatera ini. Pada cabang ini, kata Zidan, pesertanya lebih banyak. Kalau Line follower transporter ada delapan kelompok, di roket air ada 20 kelompok.
Zidan yang memang sudah menempuh pendidikan di NFBS sejak SMP ini mengatakan, motivasinya menggeluti robotik karena ingin kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan teknik industri. Menurut siswa kelahiran Cilegon, 23 Februari 2003 ini, ia senang karena sekolahnya sangat mendukung aktivitas robotik.
“Ini adalah pertama kali kami ikut lomba dan berhasil juara 2. Sekolah kami lebih mementingkan prestasi para muridnya. Meskipun lombanya di luar pulau dan memakan waktu dua hari satu malam, tapi tetap didukung,” jelasnya lagi.
Melalui prestasi yang ditoreh ini, Zidan berharap, tidak hanya mengharumkan nama sekolah tapi juga kabupaten dan provinsi. Ketiganya memiliki harapan besar, ini bukan prestasi pertama dan terakhir yang mereka toreh. Namun ke depannya bisa ikut berpartisipasi dalam lomba robotik dan meraih kemenangan lagi di tingkat nasional. (*)








