SERANG – Perhelatan Pemilu 2019 tinggal beberapa hari lagi. Untuk mengantisipasi maraknya calon anggota legislatif (caleg) yang stres karena tidak terpilih, RSUD Banten menyediakan empat ruang isolasi untuk merawat mereka.
Plt Direktur Utama RSUD Banten Susi Badriyanti mengatakan, akan bekerja sama dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grogol jika pasiennya membutuhkan penanganan lebih lanjut. “Kami selama ini tidak pernah secara khusus menyediakan ruang untuk caleg stres. Tapi kami siap menerima mereka jika ingin dirawat untuk menjadi pasien,” ujar Susi kepada Radar Banten, Selasa (9/4).
Kata Susi, apabila ada masyarakat, baik caleg atau bukan, pihaknya akan melayani sesuai dengan kondisi mereka. Perawatannya juga bisa dilakukan di ruang biasa atau bukan. “Nanti bisa dikondisikan,” terangnya. Yang terpenting, RSUD tidak boleh menolak pasien stres atau gangguan kejiwaan.
Selain empat ruang isolasi, ia mengatakan, RSUD juga memiliki kapasitas 127 tempat tidur pasien. Untuk merawat caleg stres, RSUD bisa memfungsikan empat ruang isolasi yang dimiliki. “Ruangan tersebut sebetulnya diperuntukkan bagi pasien infeksi parah. Namun ruang tersebut bisa digunakan jika sedang tidak digunakan,” ujar Susi.
Sebenarnya, ruangan itu bukan ruang isolasi khusus tapi akan disesuaikan dengan kebutuhan apabila ruang isolasi kosong atau tidak ada pasien infeksi. “Misalnya kalau orang stres, kita rawat di ruang isolasi,” tuturnya.
Untuk pasien pengidap stres, ia mengatakan, sebenarnya RSUD sudah beberapa kali menangani. Ia mencontohkan, pernah menangani gelandangan yang mengalami gangguan jiwa. “Kami juga pernah merawat pasien tapi bukan kasus caleg,” ungkap Susi.
Kata dia, apabila ada pasien stres dan pihaknya tidak bisa menangani maka yang bersangkutan akan dirujuk ke RSJ Grogol, Jakarta Barat. Namun, pihaknya akan tetap memberikan perawatan. Apabila tidak ada perbaikan, RSUD baru akan konsultasi ke RSJ Grogol.
Terpisah, Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Banten, Ahmad Putra, mengatakan, selain ruang isolasi, ada juga obat-obatan penenang bagi orang-orang yang stres. RSUD juga mempunyai satu dokter jiwa untuk menangani pasien dengan gangguan kejiwaan. RSUD Banten menampung pasien yang menderita kejiwaan selama RS Jiwa Banten masih dalam proses pembangunan.
“Walaupun hanya satu dokter jiwa, tapi saya rasa cukup karena tidak banyak pasien yang mengalami gangguan kejiwaan,” ujarnya. Meskipun begitu, ia berharap tak ada caleg yang mengalami stres apabila tidak terpilih saat pemilu nanti. (nna/alt/ags)









