• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama Sosial Budaya

Jejak Bioskop di Serang (3) : Karcis Bioskop Merdeka Sumbang Kas Sekolah

Aas Arbi by Aas Arbi
Minggu, 21 April 2019 09:35
in Sosial Budaya
Jejak Bioskop di Serang (3) :  Karcis Bioskop Merdeka Sumbang Kas Sekolah

Suasana Pasar Royal, Kota Serang, Senin (15/4).

Royal Park atau Bioskop Merdeka tak hanya tempat hiburan. Jejaknya menjadi awal sejarah modernisasi perkotaan Serang. Merdeka juga ikut menyokong pengembangan sekolah di Kaloran.

Terik di Jalan Tirtayasa, Kawasan Royal, tepat di atas ubun-ubun. Terasa menyengat. Apalagi mengenang cerita eks gedung Bioskop Merdeka. Tak ada yang tersisa, selain sepenggal sejarah yang terlupa.

RelatedPosts

Hari Santri Nasional 2026 Banten

Diikuti 2.500 Peserta, Kemenag Banten Luncurkan Hari Santri 2026 Lewat Jalan Santai Sarungan

Senin, 19 Oktober 2026 09:31
Kapolri Listyo Sigit Prabowo

Kapolri Resmikan Balai Latihan Silat PTBI, Dorong Pelestarian Budaya Banten

Sabtu, 19 September 2026 08:51
Alfamart

Alfamart dan Kalbe Nutritionals Perkuat Dukungan 1.000 HPK melalui Sahabat Posyandu, Jangkau 2.800 Penerima Manfaat

Jumat, 18 September 2026 14:00
Milad BAZNAS Kabupaten Serang

BAZNAS Kabupaten Serang Salurkan 100 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Selasa, 15 September 2026 14:57

Kini, hanya ada deretan pertokoan yang mengubur bangunan peninggalan masa Hindia Belanda itu. Padahal, kawasan Royal tidak lepas dari namanya. Royal Park yang pada tahun 1953 berubah nama menjadi Bioskop Merdeka.

Bioskop dibangun pengusaha muslim Tionghoa. Sebagai media hiburan warga pribumi. Pemberitaan koran De Banten Bode menyebut, bioskop berdiri lima tahun pasca Banten Teater (Bioskop Pelita) yang dibangun sekira 1920-an.

Tak hanya tempat hiburan, bioskop itu memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan. Penyandang dana pengembangan Holland Indlands School (HIS) met de Koran Kaloran Serang. Sekolah itu dirintis Perhimpunan Tirtayasa pada 1931.

Tepatnya, pada Juni 1934. Perkumpulan drama Darnalella menggelar malam pertunjukan di Royal Park. Hasil penjualan karcisnya disumbangkan sebagai kas HIS Tirtayasa. Konon, penontonnya membeludak. Mereka datang dari berbagai daerah di luar Serang.

Perkumpulan Tirtayasa sebagian anggotanya orang Banten yang tinggal di Batavia dan Bandung. Pemilik Royal Park masuk Perkumpulan Tirtayasa. Pemilik Royal Park turut mempedulikan pendidikan untuk pribumi. “Hasil dari bioskop sebagian untuk pembangunan sekolah,” kata peneliti Bantenologi Yadi Ahyadi kepada Radar Banten.

Pada buku Banten dan Sejarah Pembaratan Sejarah Sekolah 1833-1942 karya sejarawan Mufti Ali tercatat, gedung sekolah itu hibah pengusaha Tionghoa Serang, Lie Soe Foeng. Gedung sekolahnya bekas tempat tinggal keluarga Lie. Sebelum akhirnya pindah ke Batavia setelah agresi militer Belanda.

Senasib dengan Banten Teater, Royal Park tutup saat pendudukan Jepang. Bekas gedung bioskop menjadi rumah tahanan tentara sekutu. Gedungnya kembali difungsikan pada 1953. Dan, resmi menyandang nama Merdeka.

“Banyak film India, Arab, dan Mesir di bioskop ini,” kata Yadi.

Film Arab Umi Kulsum, Hamzah, jadi yang favorit masa itu. Kata Yadi, banyaknya film dan lagu Timur Tengah hingga 1963, berpengaruh pada bacaan arab di Banten. Masyarakat berbondong-bondong mengubah sistem nada pembacaan dari langgam Jawa menjadi langgam Arab. “Termasuk sejarah MTQ mulainya dari film-film dan lagu itu,” katanya.

Bioskop Merdeka mulai meredup di era 1980-an. Hingga akhirnya tutup pada 1997-an. Puncaknya, ketika gedungnya rata dengan tanah pertengahan tahun 2004. Peristiwanya tercatat dalam pemberitaan media lokal Banten. Salah satunya edisi September Radar Banten.

Secara beruntun Radar Banten menurunkan peristiwa pembongkaran gedung cagar budaya di Serang ini. Pada 10 September dengan judul Bangunan Bersejarah Rata dengan Tanah, Kantor Purbakala Kecolongan. Berita berikutnya dengan judul Riwayat Bioskop Merdeka yang Rata dengan Tanah.

Pada edisi 11 September 2004, Redaktur Pelaksana Radar Banten Abdul Malik (sekarang dosen Unsera) menulis tulisan khusus di halaman depan. Tulisan refleksi itu berjudul Bioskop Merdeka. Malik tidak hanya menyesalkan pembongkaran gedung. Dia juga mengkritik Dewan Kesenian Banten (DKB) yang dinilainya luput.

Robohnya gedung tidak menjadi pembahasan serius DKB. Pengujung Juli, Forum Kesenian Banten (FKB) melakukan pertemuan di Hotel kawasan Anyar. Bukan alun-alun atau bekas gedung Merdeka atau Pelita seperti biasanya.

Mereka yang mulanya semangat wacanakan ruang kesenian pun menjadi sibuk dengan konflik internal. Malik menyebut, FKB naik kelas dari Alun-alun ke kelas hotel. “Para seniman muda yang dulu lantang berteriak perlunya gedung kesenian Banten mendadak kelu. Mereka seperti sudah kehabisan bensin. Energi DKB terkuras habis akibat konflik internal,” tulis Malik dalam artikel refleksinya.

Gedung bioskop itu menyimpan banyak hal. Secara sosio kultural, Malik menyebut sebagai jejak awal modernisasi di Serang. Sekaligus tanda munculnya sejarah perkotaan.

Apalagi, sebutan Royal sebagai kawasan niaga, berawal dari Royal Park atau Royal Room. “Hancurnya Bioskop Merdeka adalah malapetaka sejarah. Kota Serang menjadi ahistoris. Disbudpar dan DKB ikut andil hilangnya jejak sejarah itu,” tulis Malik. (Ken Supriyono/tamat)

Tags: Sejarah Banten
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Pemprov Siapkan Rp109 Miliar untuk Bangun Gedung

Next Post

Kementerian LHK Tangani Pencemaran PT Dover Chemical

Next Post
Bau Kimia Berasal dari Mesin Produksi Gliserin PT Dover Chemical

Kementerian LHK Tangani Pencemaran PT Dover Chemical

DPW PPP Banten

DPW PPP Banten Apresiasi Keputusan DPP PPP Memberhentikan Agus dan Taj Yasin

Jumat, 30 Oktober 2026 16:52
Jonatan Christie final Hylo Open 2026

Jonatan Christie dan Tiwi/Fadia Lolos ke Final Hylo Open 2026, Indonesia Amankan Dua Tiket

Minggu, 1 November 2026 09:20
Prakiraan Cuaca Banten Sabtu 31 Oktober, Tujuh Wilayah Berpotensi Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Banten Sabtu 31 Oktober, Tujuh Wilayah Berpotensi Hujan Ringan

Sabtu, 31 Oktober 2026 07:36
Kadin Cilegon

Kadin Cilegon Perkuat Sinergi dengan Forkopimda Hadapi Gempuran Investasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 17:06
Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Selasa, 17 Maret 2026 13:49
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08
pembahasan rtrw dan rdtr

Pemkab Lebak Bersama Kementerian ATR Bahas RTRW di Tiga Kecamatan

Jumat, 30 Oktober 2026 20:00

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Pelantikan pengurus gerindra banten

Dasco Minta Gerindra Banten Panaskan Mesin Politik, Caleg Internal Disiapkan Turun 2027

by Yusuf Permana
Minggu, 1 November 2026 17:25
0

TANGERANG SELATAN, RADARBANTEN.CO.ID – Partai Gerindra mulai memanaskan mesin politik untuk menghadapi Pemilu 2029. Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi...

Bank Sampah kebonratu lestari

Selesaikan Persoalan Sampah dari Hulu, Pemdes Kebonratu Luncurkan Program Bank Sampah

by Ahmad Rizal Ramdhani
Minggu, 1 November 2026 17:15
0

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID - Pemerintah Desa (Pemdes) Kebonratu, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang meluncurkan program Bank Sampah untuk menyelesaikan persoalan sampah mulai...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.