SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Desa (Pemdes) Kebonratu, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang meluncurkan program Bank Sampah untuk menyelesaikan persoalan sampah mulai dari hulu dan memberikan dampak ekonomis bangi warga.
Bank sampah tersebut diberi nama Kelompok Bank Sampah Kebonratu Lestari yang dikelola oleh masyarakat sekitar.
Kepala Desa Kebonratu, Ahmad Guruh Tajul Arrasy, mengatakan peluncuran program bank sampah tersebut didukung langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang beserta Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin.
Ia menjelaskan, permasalahan sampah selama ini masih menjadi pekerjaan rumah, bukan hanya pemerintah Kabupaten Serang, tetapi juga pemerintah Desa Kebon Ratu. Untuk itu, pihaknya berupaya menggerakan partisipasi aktif seluruh masyarakat melalui program bank sampah.
“Intinya perihal sampah harus mulai dari diri sendiri, mulai pilah sampah dari rumah tangga. Yang memiliki nilai ekonomis dikumpulkan, sementara yang sudah tidak bisa diolah dibuang ke tempat sampah,” katanya.
Guruh menuturkan, konsep penting 3R yakni Reuse (Menggunakan Kembali), Reduce (Mengurangi), dan Recycle (Mendaur Ulang) harus menjadi budaya baru di masyarakat. Dengan begitu, volume sampah yang akan dibuang ke TPSA akan berkurang secara signifikan.
“Dengan memilah sampah sejak dari rumah antara sampah organik dan anorganik, maka sampah yang tadinya tidak bernilai bisa menjadi bernilai ekonomis dan tidak lagi mencemari lingkungan,” jelasnya.
Melalui program tersebut, Pemdes Kebon Ratu dan Bank Sampah Kebun Ratu Lestari pun akan mendapatkan bantuan berupa sarana dan prasarana pengelolaan sampah seperti perlengkapan bank sampah dan pembangunan gedung.
“Pak Dewan (Ahmad Muhibbin) dan Pak Kadis (Sarudin) janjiin 1 tronton bak sampah bulan November ini. Dan 1 unit Gedung Bank Sampah tahun 2027,” paparnya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mengatasi persoalan pengangkutan sampah yang selama ini menjadi kendala. “Sementara pembangunan 1 unit Gedung Bank Sampah permanen pada tahun 2027 akan menjadi pusat kegiatan pemilahan, penimbangan, dan pengelolaan bank sampah yang lebih profesional,” pungkasnya.












