CILEGON – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mewacanakan penerapan sistem pelat nomor ganjil genap untuk kendaraan yang menggunakan jasa penyeberangan kapal laut saat arus mudik Idul Fitri tahun ini.
Wacana itu terungkap usai Dirjen Perhubungan Darat Irjen Pol Budi Setiyadi melakukan pertemuan dengan manajemen PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten, dan Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Provinsi Banten di kantor PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Jumat (3/5).
Dirjen Perhubungan Darat Irjen Pol Budi Setiyadi menjelaskan, wacana ganjil genap itu merupakan salah satu upaya menyikapi lonjakan penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni, maupun sebaliknya selama arus mudik.
Budi memprediksi kenaikan penumpang tahun ini bisa mencapai 15 persen dari penumpang pada arus mudik tahun lalu. “Di satu sisi fasilitas masih sama dengan tahun lalu, jadi perlu sejumlah langkah antisipasi,” papar Budi.
Selain lonjakan penumpang, ganjil genap untuk menyikapi kebiasaan masyarakat yang kerap melakukan perjalanan mudik pada malam hari sehinggga mengakibatkan pemudik padat hanya pada malam hari.
“Jam 12 malam ke bawah ganjil, jam 12 malam ke atas sampai pagi genap,” ujar Budi didampingi Direktur Komersial dan Pelayanan PT ASDP M Yusuf Hadi.
Selain pola itu, lanjut dia, sejumlah pola lain diwacanakan. Mislanya pemberlakuan potongan harga bagi pemudik yang melakukan perjalanan siang hari dan menaikkan harga pada perjalanan malam hari. Pola itu akan dibahas Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama stakeholder lainnya. Kekurangan serta kelebihan setiap kebijakan itu akan diperhitungkan secara matang sehingga pelaksanaan mudik bisa berjalan lancar.
“Rapat ini kita baru mengumpulkan persoalan-persoalan. Nanti akan ada rapat lanjutan terkait kebijakan-kebijakan tadi. Besok saya akan rapat di Lampung,” katanya. (Bayu Mulyana)










