CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Kapolda Banten Irjen Pol Hengki membantah terjadi kemacetan di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon pada momen mudik lebaran tahun ini.
Menurut perwira tinggi Polri ini, situasi kepadatan kendaraan terjadi akibat rekayasa lalu lintas yang menjadi bagian strategi kepolisian.
“Di Jalan Lingkar Selatan dan Cikuasa Atas merupakan bagian dari rekayasa lalu lintas melalui sistem penyekatan guna mengantisipasi kepadatan di pelabuhan, itu adalah mekanisme pengamanan yang kita perlakukan sesuai SOP,” katanya melalui siaran pers yang diterima Kamis 19 Maret 2026.
Dia menjelaskan bahwa buffer zone yang disiapkan di Indah Kiat dan Pelabuhan Ciwandan, masih dalam kondisi terkendali. “Buffer zone di Indah Kiat berkapasitas 2.000 kendaraan namun baru terisi 500, begitu pula di Pelabuhan Ciwandan,” katanya.
Kapolda menegaskan, kepadatan kendaraan di Jalan Lingkar Selatan (JLS) bukan kemacetan melainkan antrean akibat pembatasan karena kapasitas buffer zone hanya 500 kendaraan.
“Jika jumlahnya melebihi, dilakukan penyekatan di JLS, dan tidak ada antrean yang sampai ke jalan tol,” ujarnya.
Secara keseluruhan, Kapolda mengatakan, bahwa situasi di empat pelabuhan penyeberangan di wilayah hukum Polda Banten, yakni Merak, Ciwandan, BBJ, dan Krakatau Bandar Samudera, terpantau aman, lancar, dan kondusif.
“Keberhasilan ini merupakan hasil koordinasi dan kolaborasi seluruh stakeholder maupun instansi terkait lainnya,” ujarnya.
Kapolda menambahkan, selain pengamanan arus mudik, Polda Banten juga berhasil meringkus pelaku kasus peredaran narkotika.
“Pada dini hari tadi, Polda Banten berhasil menyita 52 kilogram sabu yang dibawa dari Sumatera menuju Jawa. Sebelumnya juga telah meringkus pelaku kasus serupa dengan barang bukti 15 kilogram sabu serta senjata api ilegal saat ini masih dalam pengembangan,” tuturnya.
Editor Daru











