PANDEGLANG – Aksi massa 22 Mei depan kantor Bawaslu, Petamburan, Slipi, dan Polsek Gambir menelan korban jiwa dan luka. Korban jiwa dari bentrokan aparat dan pengunjuk rasa mencapai enam orang. Sedangkan korban luka-luka hingga tadi malam tercatat ada 341 orang.
Dari enam korban tewas bentrok aparat dengan pengunjuk rasa di Petamburan, Jakarta Barat, salah satunya adalah Abdul Aziz (27). Laskar salah satu ormas itu mengembuskan napas terakhir pada Rabu (22/5) dini hari.
Rabu (22/5) malam, jenazah dimakamkan di TPU Kampung Rocek Barat, Desa Rocek, Kecamatan Cimanuk, sekira pukul 21.00 WIB. Di sela-sela pemakaman, tampak Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amtono, Dandim 0601 Pandeglang Letkol Inf Denny Juwon Pranata, dan Bupati Pandeglang Irna Narulita.
Paman korban, Odih, mengaku tak menyangka keponakannya meninggal saat aksi di Jakarta. Ia meyakini, anak ketiga dari 13 bersaudara pasangan Johari dan Anah ini dikenal anak yang baik.
“Enggak menyangka saja, keponakan saya itu orang baik, dia saya kenal pendiam dan ramah,” kata Odih.
Kata Odih, Aziz berangkat ke Jakarta dari kediamannya di Cimanuk pada Selasa (21/5) sore setelah jualan timun suri di Pasar Batubantar, Kecamatan Cimanuk. Dia berangkat seorang diri setelah mengaku ditelepon rekannya dari pesantren tempatnya menyantri di Kuningan, Jawa Barat. Ia beralasan ada rapat di Jakarta.
“Aziz berangkatnya sendiri dari rumah, ngeteng (naik angkutan umum-red). Bawa uangnya juga cuma Rp200 ribu hasil jualan timun suri,” katanya.
Odih mengatakan, keluarga mengetahui korban meninggal dari para tetangga, lantaran ada informasi yang beredar dari media sosial Aziz meninggal tertembak saat aksi di Petamburan, Jakarta Barat. “Memang dia sudah lima tahun mondok di Kuningan dan jarang pulang. Namun, pada Ramadan ini Aziz sudah dua pekan di rumah. Karena ingin Lebaran di kampung. Tetapi, mendadak berangkat lagi karena ada yang telepon itu,” katanya.
Di tempat yang sama, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengaku prihatin atas musibah yang menimpa warganya. “Saya merasa prihatin dan berduka sangat dalam karena rakyat kami. Semoga keluarga korban diberi ketabahan,” katanya.
Irna meminta ulama agar dapat membujuk warga Pandeglang yang berangkat ke Jakarta segera pulang. Informasi yang diterima Irna, ada 200 lebih warga Pandeglang yang berangkat ke Jakarta. “Saya khawatir dan merasa waswas. Khawatir ada yang sakit di perjalanan, khawatir bentrok, dan ternyata kekhawatiran itu terbukti. Saya berharap mereka bisa secepatnya pulang ke Pandeglang,” katanya.
Sementara, saat di acara silaturahmi antara ulama dan umara di Pendopo Pandeglang, Irna berjanji akan memberikan santunan. “Perhatian dari kami pasti ada, kami juga akan memberikan bantuan, mudah-mudahan bisa membantu,” katanya.
Sedangkan Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono menerangkan, musibah yang menimpa Aziz diduga akibat bentrokan di Petamburan. “Korban diduga menjadi korban bentrokan massa dengan petugas di Petamburan karena korban pertama kali dibawa ke Rumah Sakit Pelni kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri,” katanya.
Indra meminta kepada semua warga Pandeglang agar tidak mudah terprovokasi dan ikut terlibat dalam kegiatan yang bisa memecah belah persatuan. “Kejadian di Jakarta jangan sampai terjadi di Pandeglang,” katanya. (Herman/Adib)










