JAKARTA – Presiden Joko Widodo menunaikan salat Idul Fitri 1440 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (5/6) pagi. Turut mendampingi Ibu Iriana Joko Widodo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin beserta para Menteri Kabinet Kerja, Duta Besar Negara Sahabat, dan pengurus Masjid Istiqlal.
Bertindak sebagai imam sekaligus imam pelaksanaan salat Idul Ftri di Istiqlal, mantan Menteri Agama Said Agil Al Munawar.
“Agak lain, imam dan khatib Pak Said Agil. Dulu dibedain, imamnya lain khatibnya lain. Sekarang jadi satu. Karena Beliau juga qori internasional, jadi senior-seniornya imam di Istiqlal,” jelas Abu Hurairah, Kepala Humas dan Protokol Masjid Istiqlal, seperti diberitakan Kemenag.
Dalam khutbah bertema Menebar Maaf Membangun Kebersamaan, Said Agil menyampaikan besarnya manfaat dari meminta dan memberi maaf. “Memberi maaf dan memaafkan berarti bisa menenangkan rasa sakit hati, dendam, bisa berfikir jernih,” kata Said Agil.
Ia juga mengajak sudah saatnya menyadari hakikat meminta maaf adalah untuk diri sendiri bukan orang lain. “Lepaskanlah rasa marah dan dendam, dengan memaafkan,” pesan Said Agil.
Sesungguhnya menurutnya Allah tidak menyukai orang-orang yang dzalim. Allah langsung memberikan pahala bagi kita yang mampu meredam kemarahan maupun kedzaliman.
Bila sikap saling memaafkan ini dikembangkan, maka menurut Said Agil, kebersamaan umat dapat diwujudkan. “Islam agama kebersamaan ukhuwah, saling memperhatikan. Kebersamaan, keserasian adalah ukhuwah islamiah” jelas Said Agil. (Kemenag/Aas)











