slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

654 Ribu Warga Banten Masih Miskin

Redaksi by Redaksi
16-07-2019 12:19:17
in Berita Utama, Ekonomi, Umum
Potret Kemiskinan di Kota Serang
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG- Dari 12,6 juta penduduk di Provinsi Banten, lebih dari setengah juta jiwa hidup di bawah garis kemiskinan. Mereka tersebar di delapan kabupaten kota se- Banten.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, jumlah penduduk miskin di Banten pada Maret 2019 mencapai 5,09 persen atau 654,46 ribu jiwa.

Baca Juga :

DPRD Kawal Program Pengentasan Kemiskinan di Lebak

Pemkab Lebak Sebut Kemiskinan di Kabupaten Lebak Tahun 2025 Turun 

105 Ribu Warga Pandeglang Masih Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

Aktivis Nilai Kemiskinan di Kabupaten Tangerang Tetap Bertahan

Menurut Kepala BPS Provinsi Banten Adhi Wiriana, angka kemiskinan Provinsi Banten berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) bulan Maret 2019 masih di atas 5 persen. Bila dibandingkan dengan angka kemiskinan pada September 2018, jumlah warga miskin di Banten awal 2019 mengalami penurunan 0,16 persen.

“Warga miskin pada akhir 2018 tercatat sebanyak 668,74 ribu orang, sedangkan Maret 2019 sebanyak 654,46 ribu orang. Jadi berkurang sekira 14,28 ribu orang,” kata Adhi  seusai merilis profil kemiskinan di Banten pada awal 2019 di Kantor BPS Banten, Senin (15/7).

Adhi melanjutkan, dari 654,46 ribu warga Banten yang miskin, mayoritas berada di wilayah perkotaan. Dengan perincian, jumlah warga miskin yang tinggal di perkotaan sebanyak 378,73 ribu orang, sedangkan yang berasa di daerah perdesaan sebanyak 275,73 ribu orang. “Garis kemiskinan kaitannya dengan inflasi, makanya di daerah perkotaan lebih tinggi angka kemiskinannya,” ujarnya.

Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Adhi melanjutkan, sumber data utama yang dipakai untuk menghitung tingkat kemiskinan adalah dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2019 dengan jumlah sampel Provinsi Banten sekitar 6.780 rumah tangga. Selain itu, BPS juga menggunakan hasil survei SPKKD (survei paket komoditi kebutuhan dasar). “Survei ini dipakai untuk memperkirakan proporsi dari pengeluaran masing-masing komoditi pokok bukan makanan,” paparnya.

Temuan BPS, lanjut Adhi, peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan (GK) di Banten, jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi non makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Pada Maret 2019, sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan tercatat sebesar 71,66 persen.

Adapun jenis komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan Maret 2019 di perkotaan maupun di perdesaan adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, mie instan, serta roti. Sementara komoditi non makanan penyumbang terbesar Garis Kemiskinan di perkotaan dan perdesaan adalah sama yaitu biaya perumahan, bensin, listrik, pendidikan dan perlengkapan mandi. “Jadi rumah tangga yang penghasilan per bulannya di bawah Rp2,2 juta, akan kesulitan memenuhi kehidupan sehari-harinya,” bebernya.

FAKTOR TINGKAT KEMISKINAN

Ada beberapa faktor yang memengaruhi tingkat kemiskinan di Provinsi Banten selama periode September 2018-Maret 2019 turun. Pertama, laju pertumbuhan ekonomi Triwulan I 2019 sebesar 5,42 persen. Sedikit lebih rendah dibanding laju pertumbuhan ekonomi Triwulan III 2018 sebesar 5,89 persen, meskipun tidak berkorelasi langsung. Kedua, persentase penerima bantuan beras pra sejahtera yang didominasi oleh kelompok pengeluaran penduduk 40 persen terbawah, sudah mencapai 57,01 persen. Ketiga, Nilai tukar petani (NTP) Maret 2019 sebesar 100,14 lebih tinggi dibanding September 2018 sebesar 99,26.

Kendati hasil survei angka kemiskinan pada Maret 2019 mengalami penurunan, namun Kepala BPS Banten Adhi Wiriana menilai persentasenya masih fluktuatif selama Maret-September mendatang.

“September 2019 kami akan melakukan survei kembali, kalau harga bahan pokok tidak stabil dan ada PHK besar-besaran di industri besar, maka akhir 2019 jumlah warga yang miskin terancam bertambah di Banten,” ungkapnya.

Senada, Kabid Statistik Sosial BPS Provinsi Banten Tutty Amalia menambahkan, survei angka kemiskinan yang dilakukan BPS menggunakan metode penghitungan Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari dua komponen, yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM). Penghitungan Garis Kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk daerah perkotaan dan perdesaan. “Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan, Maret 2019 diketahui warga miskin di Banten sebanyak 654,46 ribu jiwa,” jelasnya.

Terkait angka kemiskinan per kabupaten kota, Tutty mengaku pihaknya baru akan melakukan survei pada September mendatang. “Maret lalu kami hanya melakukan survei angka kemiskinan tingkat provinsi, untuk kabupaten kota nanti September,” ujarnya.

BEDA DATA

Sementara itu, perwakilan Dinas Sosial (Dinsos) Banten Komarudin mengatakan, data angka kemiskinan di Banten yang dirilis BPS berbeda dengan hasil verifikasi data kemiskinan yang dilakukan dinsos. “Kami setiap tahun melakukan verifikasi data kemiskinan ke lapangan, tapi datanya tidak sama dengan BPS. Ke depan, kami harapkan ada sinergitas antara BPS dan Dinsos,” kata Komarudin.

Menanggapi pernyataan itu, Adhi menilai wajar bila ada perbedaan data. Itu lantaran BPS memotret angka kemiskinan secara makro, sementara Dinsos secara mikro. “Kami menghitung angka kemiskinan dari sisi ekonomi, makanya metode surveinya berbeda dengan dinsos,” tegasnya. (Deni S/RBG)

Tags: Kemiskinan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Siaga Kekeringan, Pemkot Cilegon Bangun Sembilan Sumur

Next Post

Lahan Tol Serang-Panimbang Bertambah 23 Hektare

Related Posts

DPRD Kawal Program Pengentasan Kemiskinan di Lebak
Lebak

DPRD Kawal Program Pengentasan Kemiskinan di Lebak

by Nurabidin
Minggu, 5 April 2026 20:10

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- DPRD Lebak menyambut baik adanya penurunan kemiskinan di Lebak. Karenanya, DPRD Lebak akan mengawal program pembangunan pro rakyat...

Read moreDetails

Pemkab Lebak Sebut Kemiskinan di Kabupaten Lebak Tahun 2025 Turun 

105 Ribu Warga Pandeglang Masih Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

Aktivis Nilai Kemiskinan di Kabupaten Tangerang Tetap Bertahan

Miris, Penjaga Sekolah di Cibadak 25 Tahun Tinggal di Gubuk Reot

Terima Mandat dari Presiden Prabowo, BP Taskin Entaskan Kemiskinan di Pandeglang

Amir Hamzah: Pendidikan Adalah Inovasi Paling Cepat Keluar dari Kemiskinan

Ribuan Warga Lebak Akan Terima Bansos dari Presiden Prabowo

Kondisi Memprihatinkan Pasutri di Lebak, Tinggal di Rumah Reyot hingga Alami Penyakit TBC

Pemkab dan DPRD Lebak Dikritik Mahasiswa, Soroti Tunjangan Dewan dan Angka Kemiskinan yang Tinggi

Next Post
Lahan Tol Serang-Panimbang Bertambah 23 Hektare

Lahan Tol Serang-Panimbang Bertambah 23 Hektare

Pra PON 2019: Banten Siapkan Sembilan Pecatur

Lima Pecatur Putra Lolos Seleksi

Tangerang dan Serang Incaran Investor Properti

Tangerang dan Serang Incaran Investor Properti

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Halal Bihalal IKABAMUS Banten, Perkuat Persaudaraan Batak Muslim di Banten

Halal Bihalal IKABAMUS Banten, Perkuat Persaudaraan Batak Muslim di Banten

Minggu, 19 April 2026 22:21

DPRD Kabupaten Serang Tak Bisa Tolak LKPJ Bupati, Hanya Bisa Beri Rekomendasi

Minggu, 19 April 2026 17:43

Gubernur Banten Ungkap 16 Persen Penduduk Merupakan Pendatang

Minggu, 19 April 2026 17:40

Kurangi Kesenjangan Banten Utara dan Selatan, Pemprov Banten Dukung KEK Tanjung Lesung

Minggu, 19 April 2026 17:30

Serap Aspirasi Warga, Polsek Cikupa Gelar Warung Bhabinkamtibmas

Minggu, 19 April 2026 17:08

Investasi Capai Rp 3,09 Triliun, Dewan Nasional KEK Kunjungi Tanjung Lesung

Minggu, 19 April 2026 16:52
Halal Bihalal IKABAMUS Banten, Perkuat Persaudaraan Batak Muslim di Banten

Halal Bihalal IKABAMUS Banten, Perkuat Persaudaraan Batak Muslim di Banten

Minggu, 19 April 2026 22:21

DPRD Kabupaten Serang Tak Bisa Tolak LKPJ Bupati, Hanya Bisa Beri Rekomendasi

Minggu, 19 April 2026 17:43

Gubernur Banten Ungkap 16 Persen Penduduk Merupakan Pendatang

Minggu, 19 April 2026 17:40

Kurangi Kesenjangan Banten Utara dan Selatan, Pemprov Banten Dukung KEK Tanjung Lesung

Minggu, 19 April 2026 17:30

Serap Aspirasi Warga, Polsek Cikupa Gelar Warung Bhabinkamtibmas

Minggu, 19 April 2026 17:08

Investasi Capai Rp 3,09 Triliun, Dewan Nasional KEK Kunjungi Tanjung Lesung

Minggu, 19 April 2026 16:52

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Halal Bihalal IKABAMUS Banten, Perkuat Persaudaraan Batak Muslim di Banten

Halal Bihalal IKABAMUS Banten, Perkuat Persaudaraan Batak Muslim di Banten

by Abdul Rozak
Minggu, 19 April 2026 22:21

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID - Ikatan Keluarga Batak Muslim (IKABAMUS) Provinsi Banten menggelar acara Halal Bihalal di Islamic Center Kota Cilegon pada...

DPRD Kabupaten Serang Tak Bisa Tolak LKPJ Bupati, Hanya Bisa Beri Rekomendasi

by Ahmad Rizal Ramdhani
Minggu, 19 April 2026 17:43

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Isu penolakan terhadap Laporan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Serang tahun 2025 pada pelaksanaan Rapat Pansus LKPJ DPRD...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak