Cegah Abrasi, Kembangkan Ekowista di Pantai Utara
Abrasi di pantai utara wilayah Kabupaten Serang semakin menjadi-jadi dan merusak ekosistem laut. Salah satu pencegahannya, dengan penanaman mangrove.
ABDUL ROZAK – TIRTAYASA
Kemarin pagi (20/8), puluhan warga Kecamatan Tirtayasa bersama pegiat lingkungan hidup melakukan penanaman pohon mangrove di Pantai Lontar, Kecamatan Tirtayasa. Mereka menggandeng salah satu BUMN di Banten untuk menanam 3.000 pohon mangrove di wilayah perairan yang sering dijadikan lokasi eksploitasi laut itu.
Bibit mangrove dibawa rombongan menggunakan perahu milik nelayan di dermaga buatan Desa Lontar. Perahu mengantarkan rombongan menuju lokasi penanaman yang menempuh waktu tak lebih dari 20 menit. Di lokasi penanaman mangrove tampak tumpukan batu berukuran besar di sepanjang pesisir Lontar yang informasinya berfungsi sebagai penangkal ombak. Di balik tumpukan batu itu, rombongan langsung terjun ke kubangan lumpur dan langsung melakukan penanaman mangrove. Canda tawa mengiringi proses penanaman. Pakaian yang sudah penuh lumpur terbalas dengan keseruan penanaman mangrove.
Pegiat Mangrove Desa Lontar Ropin menjelaskan, kegiatan penanaman mangrove sebagai upaya menyelamatkan pesisir Pantai Lontar dari ancaman abrasi, selain mengembangkan ekowisata mangrove di kawasan tersebut. Ropin mengaku sengaja menggandeng BUMN untuk berparstisipasi menanam mangrove. Menurutnya, pelestarian lingkungan merupakan tugas bersama. “Saya ucapkan terima kasih kepada donatur yang sudah memberikan bantuan bibit mangrove,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Manajer Sub Bidang Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Banten Eman mengatakan, penanaman mangrove merupakan kegiatan corporate social responsibility (CSR) untuk pengembangan ekowisata mangrove di wilayah pesisir utara. Diharapkan, warga dapat memelihara mangrove yang sudah ditanam agar manfaatnya bisa dirasakan. “Pantai ini punya potensi wisata. Diharapkan menjadi destinasi wisata,” harapnya. (*)










