LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Satu keluarga di Kampung Cipasung, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, tinggal di gubuk reyot yang nyaris ambruk. Kondisi ekonomi yang serba terbatas membuat Suryadi (38) belum mampu memperbaiki tempat tinggalnya.
Penghasilannya sebagai buruh tani yang hanya sekitar Rp25 ribu per hari, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan dirinya bersama istri dan dua anaknya. Dalam kondisi tersebut, Suryadi mengaku sulit menyisihkan uang untuk memperbaiki rumah.
“Penghasilan hanya cukup untuk makan sehari-hari, jadi belum bisa memperbaiki rumah,” ujar Suryadi, Minggu 26 April 2026.
Gubuk yang ia tempati bersama keluarganya sudah lapuk, dengan atap genteng. Saat hujan turun, air kerap masuk ke dalam rumah sehingga membuat penghuni harus berhati-hati.
Kondisi tersebut membuat keluarga Suryadi harus hidup dalam keterbatasan dan kekhawatiran, terutama saat musim hujan dan angin kencang.
“Tentu saja khawatir tiba-tiba ambruk dan menimpa saya, istri, dan anak-anak,” ungkapnya lirih.
Ia berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait untuk membantu memperbaiki rumahnya agar lebih layak huni. “Harapannya bisa dapat bantuan untuk perbaikan rumah,” tuturnya.
Editor: Mastur Huda








