TANGERANG – Tak menutup kemungkinan, aroma Pilpres akan kembali muncul dalam Pilkada Kota Tangsel. Gerindra akan berkoalisi dengan PKS, PAN. Sementara, PDIP akan berkoalisi dengan Golkar, PKB, PPP dan PSI.
Pengamat Politik Zaki Mubarok tak menafikan itu. Dia menilai pertarungan Pilkada Tangsel bisa saja rasa Pilpres 2019. “Semua kemungkinan bisa terjadi,” katanya ketika dihubungi, Senin (26/8).
Ia menambahkan meskipun pertarungan rasa pilpres, dirinya berharap siapapun yang maju harus punya komitmen anti korupsi dan sungguh-sungguh mewujudkan good governance. “Calon juga harus membangun dialog dengan publik, visi dan misi jadi pembangunan Tangsel menjadi jelas,” ucapnya.
“Lalu, memahami akar masalah dan mampu memberikan solusi,” tambahnya.
Seperti diketahui sejumlah nama disebut-sebut bakal maju dalam Pilkada Kota Tangsel. Mereka adalah putri Wapres terpilih KH Ma’ruf Amin yakni Siti Nur Azizah. Lalu, Nur Asia Uno, Istri dari eks Cawapres Sandiaga Solahuddin Uno. Ada pula, petahana Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie, Sekda Tangsel Muhamad. Sementara, PKS menyodorkan dua nama, Siti Khadijah dan Ruhamaben. PDIP disebut-sebut bakal mengusung Heri Gagarin.
Bahkan Siti Nur Azizah sudah membuat jargon Pemerataan Kemajuan dan Kesejahteraan disingkat Permata Tangsel. Melalui akun instagramnya sitinurazizah_maruf menilai tidak cukup dengan smart city untuk mewujudkan Tangsel yang hasanah tetapi harus satu level di atasnya yakni Tangsel vibrant City yaitu Kota yang modern berkarakter dan nyaman bagi semua orang.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tangsel Agus Winarjo menilai masih ada kemungkinan berkoalisi dengan Gerindra seperti dalam hajatan Pilpres. Meskipun, pihaknya sudah mengeluarkan mandat untuk Siti Khadijah dan Ruhamaben untuk calon Walikota. “Masih mungkin. Kan PKS kurang dua kursi lagi untuk mengusung calon walikota dan wakil walikota Tangsel,” singkatnya.
Terpisah, Sekretaris DPC Gerindra Yudi Budi Wibowo mengakui pertarungan Pilkada Tangsel akan mirip dengan Pilpres, baik koalisi partai maupun relawan. “Bisa terjadi, apalagi munculnya nama istri Sandiaga Uno, Nur Asia merupakan usulan relawan juga,” ujarnya.
“Tapi, kalau berbicara sekarang memang masih terlalu jauh, masih dinamis perubahannya,” tambahnya. Ia menambahkan sejauh ini, kandidat yang dimajukan Gerindra Tangsel Nur Asia.
“Kalau sinyal persetujuan sudah ada. Tapi, kepastiannya akan ada Surat Keputusan partai calon yang diusung dan itu masih ada enam bulan lagi,” tandasnya. (you/asp)









