JAKARTA – Kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Purbaleunyi arah Bandung menuju Jakarta, tepatnya di KM 91+400, Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9) sekira pukul 13.00 WIB. Kecelakaan yang melibatkan 20 kendaraan tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia.
Berdasarkan data korban kecelakaan yang diterima Radar Banten dari Jasa Raharja, Senin (2/9) malam, ada enam korban luka ringan yang merupakan warga Banten. Mereka yakni Kudsiah, Suherman, dan Shofa Baqiyatussolihah, warga Kampung Kawidaran RT 22 RW 04 Desa Cibadak, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Kemudian Iroh Rohayati, warga Kampung Pasirmanggu RT 16 RW 03 Desa Kadubumbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang dan Hamidah, warga Cadasari, Pandeglang. Satu orang korban luka berat lain bernama Mani, yang berasal dari Banten tapi belum diketahui alamat jelasnya.
Sementara itu, hingga pukul 20.30 WIB dari delapan korban tewas, empat di antaranya sudah teridentifikasi. Di mana satu korban yakni Iwan Bin Nsin (34), warga Tanggulun, Tangerang, Banten. Tiga orang lainnya yaitu, Hendra Tjahjana, warga Jalan Nusantara IX Blok C Nomor 7, RT 007 RW 017, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kedua, Ng Endi Budiyanto, 62, warga Jalan Tebet Timur Dalam Nomor 61, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Ketiga, Dedi Hidayat (45), warga Cilincing, Jakarta Utara.
“Ya, ada warga Banten yang jadi korban. Mengalami luka-luka,” kata Didi Setiadi, Kepala Bagian Operasional Jasa Raharja Banten saat dihubungi Radar Banten, Senin malam. Mereka mengalami luka berat dan dirawat di RS MH Thamrin/RS Abdul Radjak.
Camat Sepatan Timur Mulyadi membenarkan ada salah satu warganya bernama Iwan menjadi korban kecelakaan beruntun di Tol Cipularang. “Pihak keluarga sudah mengkonfirmasi pihak perusahaan tempat Iwan bekerja. Saya sudah perintahkan Pj Kepala Desa Kampungkelor, Sepatan Timur bersama keluarga untuk datang ke rumah sakit tersebut,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (2/9).
20 KENDARAAN
Kecelakaan maut tersebut melibatkan 20 kendaraan. “Ada 20 kendaraan yang terlibat kecelakaan. Beberapa kendaraan hangus terbakar,” ujar Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudy Sufahriadi kepada Wartawan di Purwakarta.
Sedangkan jumlah korban tewas berdasarkan data yang diperoleh adalah delapan orang. “Enam korban tewas akibat mengalami luka bakar,” katanya.
Dirgakkum Korlantas Mabes Polri Brigjen Pujiyono Dulrachman mengatakan, selain delapan tewas, pada kecelakaan tersebut juga mengakibatkan tiga orang luka berat. “Delapan orang meninggal, tiga luka berat, dan 25 luka ringan,” ujar Pujiyono Dulrachman saat menjenguk korban kecelakaan di RS MH Thamrin Purwakarta.
Untuk penyebab kecelakaan, Irjen Rudy mengatakan dugaan sementara berawal dari mobil dump truk yang terguling di ruas tol tersebut. Akibatnya kendaraan lain yang berada di jalur yang sama berhenti mendadak hingga terjadi tabrakan beruntun. “Penyebab kecelakaan ini sedang kita selidiki (secara) khusus. Tapi (dilihat di lokasi) di depan kita lihat ada dump truk terguling, dan terguling karena apa. Sehingga kendaraan yang di belakang mengerem mendadak,” katanya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Ricky Adipratama mengatakan, kecelakaan juga dipengaruhi kondisi jalan turun dan menikung. Selain itu, faktor kecepatan di atas 100 km/jam dan pengemudi tak menjaga jarak aman dengan kendaraan lain.
“Sampai saat ini, kita masih terus menyelidiki secara pasti penyebab kecelakaan tersebut. Dan untuk menghindari kejadian serupa, kami mengimbau pengendara di Tol Cipularang agar menjaga jarak aman sekira minimal 100 meter. Jangan terlalu mepet dengan kendaraan lain karena hal ini sering menyebabkan kecelakaan beruntun,” tuturnya.
Dihubungi terpisah, Kapolres Purwakarta AKBP Matrius mengatakan, seluruh korban kecelakaan maut itu saat ini telah dievakuasi ke empat rumah sakit berbeda, antara lain RS Bayu Asih, Siloam, M. Thamrin Purwakarta dan RS Bhakti Husada. (fin-mg04/air/ags)









