CILEGON – Cilegon United (CU) mengakhiri tren negatifnya pada putaran kedua Liga 2 musim ini. Senin (2/9), CU mengalahkan PSMS Medan dengan skor telak 3-0, di Stadion Krakatau Steel, Kota Cilegon.
Pada dua laga putaran kedua sebelumnya, CU harus menerima kekalahan kala menyambangi markas Babel United dan Sriwijaya FC. Namun, kemenangan laga kemarin, sekaligus membukukan kemenangan CU atas PSMS Medan. Pada putaran pertama lalu, CU juga berhasil menundukkan PSMS Medan dengan skor 0-1 di Stadion Teladan Medan.
Pada pertemuan kedua kemarin, CU yang tampil di depan publiknya sendiri sejak awal sudah bermain ngotot. Sementara penggawa PSMS Medan tampaknya masih membaca arah permainan CU. Permainan PSMS Medan belum panas.
Mendapat serangan dari Laskar Geger Cilegon, julukan tim CU, PSMS Medan mencoba untuk membendung. Namun, serangan dari sayap kanan CU terus mengalir deras. Puncaknya pada menit ke sepuluh, memanfaatkan umpan lambung yang datang, striker CU Jalwandi sukses menyarangkan bola ke gawang PSMS Medan melalui sundulannya.
Tertinggal 1-0, PSMS Medan mulai bangkit. Permainan kedua tim lantas berlangsung terbuka. Tiga menit setelah gawangnya kebobolan, striker PSMS Medan Natanael Siringo Ringo mengancam jantung pertahanan CU. Namun sayang, umpan yang diberikannya ke Tri Handoko belum berbuah manis. Sepakan Tri Handoko melambung di atas mistar gawang CU.
Jual beli serangan masih terus bergulir. Namun, keberuntungan kembali datang untuk tim tuan rumah. Striker CU Ade Ivan Hafilah menambah keunggulan untuk timnya di menit ke-28. Tendangan Ade Ivan meluncur mulus merobek gawang yang dijaga Alfonsius Kelvan itu. Skor 2-0 terus bertahan hingga jeda turun minum.
Memasuki babak kedua, pertandingan lebih ketat lagi. Baik CU dan PSMS Medan sama-sama meningkatkan intensivitas permainannya. Kedua tim terus berupaya untuk menjebol gawang lawannya masing-masing.
Hingga pada menit ke-70, CU mendapatkan tendangan bebas lantaran strikernya, Teja Ridwan, dilanggar oleh pemain PSMS Medan. Gelandang CU Aray Suhendri ditunjuk menjadi eksekutor. Tak terduga, sepakan Aray yang cukup jauh dari gawang PSMS Medan itu bisa berbuah gol. PSMS Medan kembali tertinggal menjadi 3-0.
PSMS terus berupaya mengejar ketertinggalannya. Namun, upaya yang dilancarkan belum berbuah manis. Hingga pertandingan usai, skor kedua tim tetap tak berubah. Kemenangan milik CU.
Pelatih CU Imam Riyadi mengatakan, kemenangan atas PSMS Medan pada kandang itu menjadi awal kebangkitan usai mengalami dua kekalahan saat tur Sumatera pekan lalu. Imam mengucapkan syukur atas hasil positif yang dipersembahkan anak asuhnya.
“Intinya alhamdulilah, kita mampu meraih tiga poin. Saya terus cermati permainan anak-anak, memang kita harus bangkit. Kami dari awal sudah melihat apa yang harus dilakukan saat bertanding. Sebab, kalau terpuruk, tim kita akan semakin jatuh ke bawah,” kata Imam.
Pelatih PSMS Medan Abdul Rahman Gurning mengatakan, faktor kelelahan membuat anak asuhnya bermain kurang maksimal. “Kita sangat kecewa dengan kekalahan ini. Persaingan memang semakin ketat. Anak-anak sudah berjuang, tetapi faktor kelelahan ya,” ungkap Gurning. (rbs/nda/ira)








