Kisah asmara Juki (44), nama samaran, bersama istrinya, sebut saja Leha (42), bak kisah drama legenda Romi dan Yuli. Demi mendapatkan cinta Leha, Juki rela dicoret dari daftar sebagai ahli waris oleh orangtuanya. Bagaimana kisahnya, kita simak yuk!
Ditemui Radar Banten di Kecamatan Pabuaran, Juki siang itu sedang duduk santai sambil ngopi di warung depan rumahnya. Berawal dari obrolan santai seputar pekerjaan, Juki malah keasyikan bercerita tentang perjuangan meraih cinta istrinya.
Juki sebenarnya anak dari kalangan keluarga berada. Sawah yang digarap petani milik ayahnya mencapai puluhan hektare, belum lagi ayahnya juga dikenal sebagai juragan kambing atau mempunyai peternakan. Namun, setelah menikah, Juki lebih memilih hidup mandiri. Saat ini, Juki menafkahi istrinya dengan membuka usaha warung jajanan dan sembako, sebelum kerja sebagai karyawan pabrik.
Diceritakan Juki, pertemuannya dengan Leha bermula saat Juki mengantar adiknya masuk SMP. Juki yang kebingungan mengurus persyaratan sekolah adiknya, dibantu Leha yang waktu itu masih bekerja sebagai staf di sekolah. “Baik banget orangnya. Baru kenal tapi enggak canggung,” pujinya.
Selain baik, dalam pandangan Juki, Leha juga cantik, kulitnya putih, penampilannya menarik, gaya bicaranya juga lembut yang membuat Juki jatuh cinta pada pandang pertama. “Apalagi kalau lagi pakai seragam kerja, lekuk tubuhnya kelihatan gitu, seksi pokoknya,” pujinya lagi.
Sementara Juki sosoknya biasa aja, tubuhnya juga kurus dan pendek. Tapi, Juki kelihatan macho dan dewasa dengan kumis dan jenggotnya.
Diakui Juki, sejak mengenal Leha saat itu, Juki jadi rajin mengantar adiknya ke sekolah setiap pagi sekalian berangkat kerja, biasa modus. Tujuannya tak lain hanya ingin bertemu Leha. Suatu hari dia bertemu dengan Leha di depan gerbang sekolah. Keduanya langsung akrab dan saling bertukar cerita dan candaan.
“Kita enggak janjian, tapi ketemu aja tuh setiap hari, waktunya pas gitu,” aku Juki malu-malu. Lah modus.
Sedang asyik-asyiknya menikmati masa pendekatan dengan Leha, Juki tiba-tiba disuruh menikah dengan wanita pilihan ayahnya. Alasannya, berkaitan dengan urusan bisnis keluarga. Ayah Juki ingin membeli tanah dari orangtua wanita pilihan ayahnya. “Saya enggak maulah, apaan, cowok dijodoh-jodohin,” keluhnya. Kalau cakep sih sikat saja, Kang.
Besoknya Juki buru-buru menyatakan perasaan cintanya kepada Leha dan diterima. Dengan begitu, Juki bisa memberikan alasan menolak kemauan ayahnya untuk menjodohkan. Lantaran ayahnya terus memaksa, Juki nekat membawa Leha ke rumah. “Saya bilang kalau saya cuma mau nikah sama Leha,” tegasnya. Wih, drakor ni.
Mendapat penolakan dari Juki, Ayahnya geram hingga keluar dari mulutnya ancaman terhadap Juki dikeluarkan dari daftar sebagai ahli waris jika tetap pada pilihannya untuk meminang Leha. Ancaman itu membuat semua pihak keluarga kaget, termasuk ibunda Juki yang langsung berurai air mata.
Keributan antara bapak dan anak itu tak kunjung reda. Juki tak gentar dengan ancaman itu dan menerima keputusan ayahnya untuk mencoretnya dari daftar sebagai ahli waris. Tiga bulan kemudian, Juki membujuk ibunya untuk merayu ayahnya agar mau merestuinya menikah dengan Leha. Meski awalnya ayahnya menolak, dengan menunjukkan perjuangan tak kenal lelah, akhirnya ayah Juki luluh juga. Singkat cerita, Juki dan Leha menikah.
“Perjuangan banget biar bisa menikah sama Leha. Dianya (Leha-red) ngerasa enggak enak sebetulnya ke keluarga saya,” ujarnya.
Sehari pascamenikah, Juki dan Leha tinggal di rumah kontrakan. Setahun kemudian mereka dikaruniai anak. Melihat keseriusan dan kegigihan Juki membangun mahligai rumah tangga dengan Leha, ayahnya mulai mengalah dan memberikan kado kepada Juki sebuah rumah. “Warisan saya cukup rumah aja, selebihnya buat adik,” ujarnya. Disyukuri saja.
Dengan modal seadanya, Juki berhenti bekerja dari pabrik dan membuka usaha warung sembako. Saat ini, rumah tangga mereka bahagia dan dikaruniai dua anak. “Saya enggak tahu apa masih dicoret sebagai ahli waris atau enggak. Kata paman saya sih, iya dihapus. Saya sih santai saja, rezeki Allah yang mengatur,” pungkasnya. Tetap semangat ya, Kang. (mg06/zai/ira)








