TANGERANG – Desa Legok, Kecamatan Legok terletak di sebelah Selatan Kabupaten Tangerang. Desa yang memiliki luas wilayah 223.775 hektare itu, terdiri dari 11 rukun warga (RW) dan 45 rukun tetangga (RT).
Untuk itu, dengan luas wilayah dan jumlah penduduk yang cukup besar, pemerintah Desa Legok memiliki berbagai program untuk pemberdayaan masyarakat. Di antaranya, program pemberdayaan pengelasan, pembuatan mebel, pembuatan wilayah pusat jajanan rakyat, bank sampah, dan wisata religi makam keramat Ki Buyut Djanir Kopo yang sudah banyak diziarahi dari berbagai daerah. Di antaranya Madura dan Sumatera.
Kepala Desa Legok Mulyana mengatakan, penduduk Desa Legok beragam dari berbagai suku, seperti Jawa, Batak, dan mayoritas adalah suku Sunda yang dianggap sebagai pribumi. Sedangkan 95 persen agama yang dianut mayoritas adalah Islam. ”Keanekaragaman inilah sebagai modal kami bersama masyarakat untuk serius menjalankan sejumlah program desa yang nantinya diharapkan ekonomi desa akan tumbuh, warga sejahtera,” katanya.
Mulyana menambahkan, program desa yang kini sudah berjalan seperti pengelasan dan pembutan mebel. ni sebagai upaya menciptakan lapangan pekerjaan dengan potensi yang dimiliki masyarakat. ”Pembuatan mebel yang dikerjakan saat ini dengan memanfaatkan limbah yang tidak terpakai menjadi potensial dan produktif, sehingga menjadi income bagi masyarakat,” tuturnya.
Selain itu, lanjut Mulyana, Fokus Pemdes lainnya yakni membuat pusat jajanan serba ada (Pujasera) dengan memanfaatkan danau yang ada di sekitar Perumahan Legok Permai. Nantinya akan dikelola badan usaha milik desa (BUMDes). ”Para pedagang yang ada di sekitar danau akan kami tata dan kelola agar lebih rapi dan teratur. Danau itu nantinya tidak hanya menjadi pusat jajanan, tetapi jadi tempat destinasi wisata,” jelas Mulyana.
Program pemberdayaan juga merambah ke pemanfaatan sampah. Menurut Mulyana, sampah akan menjadi bom waktu di masyarakat kalau tidak ditangani secara sunguh-sungguh. Dia moncontohkan misalnya ada 800 kepala keluarga, setiap kepala keluarga menghasilkan satu kilo sampah. Berarti total akan ada 800 kilogram sampah. Kalau tidak ditangani, akan jadi bom waktu. Untuk itu pihaknya bekerja sama dengan karang taruna membentuk bank sampah. Itu menjadi solusi mengatasi masalah sampah dan menjadi lahan penghasilan.
Masih mengenai lingkungan, Pemdes juga akan membuat drainase air di setiap wilayah desa sehingga pembuangan air akan tertata dengan baik. Dan jika hujan datang tak terjadi banjir.
Perlu diketahui, Desa Legok yang berjarak 28 kilometer dari pusat Kabupaten Tangerang tersebut berbatasan dengan Kelurahan Bojongnangka, Kecamatan Kelapadua di sebelah utara. Di selatan, berbatasan dengan Kelurahan Babakan, sebelah barat berbatasan dengan Desa Rancagong. Sedangkan sebelah timur berbatasan dengan Desa Cijantra.
Mulyana berharap, semua program yang dicanangkan Pemdes bisa diwujudkan secara bersama-sama dengan masyarakat. ”Mari bekerja sama dan sama-sama membangun Desa Legok, agar maju dan gemilang dengan perekonomian lebih baik,” pungkasnya. (pem/rb/sub)








