TANGERANG – Desa Sindangasih, Kecamatan Sindangjaya, masih memiliki perajin tikar dari daun pandan. Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) itu ada di Kampung Etek.
Menurut Pjs Kepala Desa Sindangasih Abdul Gani, Kampung Etek merupakan sentra ekonomi kerajinan tangan anyaman tikar. Dulu, kerajinan ini begitu populer. Namun, lanjut Abdul Gani, lantaran sumber bahan baku utama tikar daun pandan ini berkurang. Penyebabnya, pengurangan lahan akibat perluasan permukiman penduduk.
”Dulu, sumber bahan material pembuatan tikarnya sangat melimpah di wilayah kita, yaitu pohon pandan. Itu dulu. Sekarang, tinggal beberapa rumpun pandan saja. Tetapi, di desa kami masih ada sisa perajin tikar yang bertahan,” ujarnya kepada Radar Banten.
Abdul Gani berharap, perajin tikar yang masih ada di Desa Sindangasih tetap bertahan. Bahkan, bisa lebih meningkatkan produksinya. ”Kami, tahun ini, berupaya untuk membantu melestarikan para pelaku UMKM yang ada di Desa Sindangasih, khususnya perajin tikar, dengan membantu permodalan. Cuma, memang kendalanya di pemasaran,” ungkap Abdul Gani.
Sayang, Radar Banten tidak sempat menemui para perajin tikar di Kampung Etek. Informasi dari pihak desa, pada Rabu kemarin para perajin tengah rehat memproduksi tikar pandan. ”Iya, orangnya (perajin tikar-red) sedang tidak ada di tempatnya, lagi keluar katanya. Paling sorean (Rabu sore-red) baru ada,” ucap Hidayat, Sekretaris Desa Sindangasih.
Hidayat menjelaskan, Desa Sindangasih merupakan desa yang terbentuk pada 1979. Desa ini hasil pemekaran Desa Sindangsono. Desa Sindangasih memiliki luas 546 hektare. Desa ini berbatasan dengan Desa Daon di Kecamatan Rajeg di sebelah Utara, dengan Desa Sindangjaya di sebelah Timur, Desa Wanakerta di sebelah Selatan, dan Desa Sindangsono di sebelah Barat.
”Secara umum, Desa Sindangasih mengalami beberapa kemajuan, baik di bidang pendidikan, kesehatan, keamanan, dan ketertiban masyarakat. Perkembangan jumlah penduduk Desa Sindangasih dari tahun 2013 hingga 2017 menunjukkan peningkatan signifikan. Dari semula 8.589 jiwa menjadi 9.772 jiwa, dengan jumlah KK sebanyak 2.659,” pungkas Hidayat. (pem/rb/sub)









