SERANG – Sebuah minibus rombongan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Bustanul Ulum, Kampung Ciledukkirang, Desa Nagra, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terlibat kecelakaan beruntun di Tol Tangerang-Merak, KM 69.800 arah Merak, Kota Serang, Sabtu (14/9). Sebanyak tujuh orang santri dilarikan ke RS Sari Asih Kota Serang lantaran mengalami luka-luka.
Ketujuh santri bernama Saefuidin Muntazar (26), Badru (28), Ilham (24), Yayang (26), Zarkasih (21), Sidik (20), dan Murtado (19). Usai menerima perawatan, lima orang santri diperbolehkan pulang. Sementara, dua orang santri lainnya masih harus dirawat.
“Tinggal dua ini yang dirawat. Yang lainnya sempat dibawa ke Baros (tempat urut patah tulang-red). Tapi, sudah dibawa semua ke Bogor,” ujar pengurus Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Bogor Cucu Juliana saat ditemui Radar Banten di Rumah Sakit Sari Asih Kota Serang, Minggu (15/9).
Dijelaskan Cucu, ketujuh korban mengalami luka di kepala akibat benturan dan patah tangan dan rusuk. Khusus santri bernama Ilham, mengalami pendarahan di otak.
“Hasil CT scan ada pendarahan di otak. Rencananya mau pulang semua hari ini (kemarin-red). Mereka ingin dirawat di Bogor saja, biar tidak terlalu jauh jaraknya,” ungkap Cucu.
Cucu menuturkan, rombongan santri Ponpes Bustanul Ulum itu berencana mengikuti haul di Kabupaten Pandeglang. Para santri itu pergi dengan menumpang dua unit minibus. Namun, satu unit minibus Toyota Innova nopol F1411 HJ yang ditumpangi sebagian santri terlibat kecelakaan.
“Mau menghadiri acara haulan di Kadukawang daerah Pandeglang. Semuanya yang ikut santri,” jelas Cucu.
Minibus Toyota Inova itu terlibat kecelakaan beruntun Sabtu (14/9) sekira pukul 16.07 WIB. Kecelakaan itu berawal, saat pikap nopol B 9967 AO berhenti di bahu jalan dan ditabrak oleh Innova. Setelah benturan itu, minibus Innova terpental ke kanan jalan dan ditabrak mobil Toyota Vios nopol B 1477 AO.
“Ditabrak pengendara Innova karena kurang antisipasi, terpental ke kanan hingga ditabrak pengendara Vios,” kata Kabid Humas Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombes) Edy Sumardi.
Selain ketujuh orang santri yang mengalami luka, dua penumpang Vios bernama Djoko Mulyuno (40) dan Imas Rosmawati (36) juga terluka. “Untuk kedua korban tersebut mengalami luka ringan,” tutur Edy. (mg05/nda/ira)








