PANDEGLANG – Bencana kekeringan yang melanda sebagian wilayah di Kabupaten Pandeglang mendapat perhatian khusus Ketua DPRD Pandeglang sementara Tb Udi Juhdi. Orang nomor satu di lembaga itu meminta Pemkab Pandeglang mengoptimalkan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang menjadi korban kekeringan.
Menurut Udi, upaya itu penting dilakukan agar warga di wilayah itu tidak lagi kesulitan dalam mendapatkan air bersih, khusus pasokan air untuk minum selama musim kemarau. “Pertama ini kita fokus ke persoalan masyarakat khusus musibah bencana kemarau yang sedang melanda. Saya harap BPBD lebih optimal lagi dalam memberikan pasokan bantuan air bersih ke wilayah selatan,” kata Udi kepada Radar Banten, Minggu (15/9).
Menurut Udi, dari 12 kecamatan yang terdampak kemarau, ada beberapa kecamatan paling parah. Yakni, Kecamatan Patia, Sukaresmi, Sobang, Angsana, Cibaliung, dan Kecamatan Picung. “Sudah banyak keluhan atau permohonan bantuan air bersih ke kami. Karenanya, kami berharap usulan keenam kecamatan itu untuk diakomodir,” katanya.
Udi berjanji bakal mengagendakan pertemuan dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang untuk membahas penanganan pasokan air bersih. “Nanti kita agendakan, kita bicarakan dengan pihak BPBD soal optimalisasai penanganan bencana kekeringan. Khususnya dalam pasokan air bersih untuk kebutuhan minum warga,” katanya.
Dihubungi melalui telepon seluler, Kepala Seksi (Kasi) Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Logistik BPBD Kabupaten Pandeglang Endan Permana mengakui penyaluran bantuan air bersih untuk warga di wilayah kekeringan belum optimal.
Hal itu, kata dia, akibat terbatasnya sarana operasional yang dimiliki. “Salah satunya armada (mobil tangki-red). Kita hanya memiliki dua unit. Sementara permintaan warga yang ingin dikirim air besih sangat banyak. Jujur saja kita keteteran,” katanya.
Endan meluruskan, sebenarnya pemasokan air bersih untuk warga yang menjadi korban kekeringan sudah dilakukan secara maksimal dan terjadwal. “Kita kan punya dua armada. Misalkan hari ini kita kirim dua unit armada berisi air ke Kecamatan Sukaresmi. Besoknya ke kirim ke Kecamatan Cibaliung. Begitu seterusnya hingga dua belas kecamatan. Setelah ke kecamatan yang kedua belas. Baru kembali lagi mengirim air ke Kecamatan Sukaresmi,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, kemarau yang terjadi sejak April lalu berdampak terhadap keringan terhadap air sumur warga. Seperti yang terjadi di Kampung Bojong Apus, RT 06 RW 02, Desa Surianeun, Kecamatan Patia. Warga setempat terpaksa menggunakan air kotor dari aliran anak sungai Cilemer, karena tidak ada sumber air yang lain. (her/zis)








