LEBAK – Sebanyak 32 prajurit TNI Batalyon Mandala Yudha menggelar simulasi penyelamatan tawanan di sekitar area pendopo Bupati Kabupaten Lebak, Sabtu (14/9).
Tema dalam latihan itu adalah menyelamatkan Bupati Lebak yang ditawan oleh kelompok separatis. Setengah kemampuan bertempur 32 prajurit TNI Batalyon Mandala Yudha ditunjukkan dalam simulasi itu, hingga membuat warga yang menyaksikan latihan tersebut terkagum.
Datim Operasi Raid Batalyon Mandala Yudha Letda Kav Johan Adhitama mengatakan, simulasi penyelamatan terhadap tawanan bertujuan untuk melatih kemampuan prajurit TNI.
Menurutnya, kegiatan yang dilakukan anggota menggunakan teknik dan strategi yang telah dipelajari sebelumnya. Karena itu, proses penyelamatan dan evakuasi pejabat pemerintahan dalam simulasi itu dapat dilakukan dengan cepat.
“Kegiatan pada hari ini (Sabtu-red) kita melakukan simulasi operasi raid. Dimana jika ada pejabat pemerintah yang ditawan kelompok separatis maka kita siap melakukan pembebasan,” kata Letda Kav Johan Adhitama.
Dia menegaskan, bahwa tujuan dari simulasi itu adalah untuk menjawab tantangan ke depan mengenai perkembangan situasi dan konflik yang terjadi di era sekarang. “Kita harus mampu menjawab tantangan yang membutuhkan kecepatan dalam proses tindakan. Kita selalu siap untuk menjawab tantangan tersebut. Jadi kita senantiasa terus berlatih untuk meningkatkan kemampuan dalam menghadapi tindak kejahatan yang berkembang di masa kini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lebak Doddy Irawan mengapresiasi keterampilan dan keahlian prajurit TNI Batalyon Mandala Yudha dalam melumpuhkan musuh yang dipertunjukkan dalam simulasi.
Kata dia, para anggota TNI terlihat sangat cepat dalam menyelamatkan Bupati yang kondisinya sedang ditawan oleh kawanan separatis. “Saya tentu bangga dengan kemampuan pasukan tempur yang dimiliki TNI. Mereka cepat, terlatih, dan terampil dalam melakukan tindakan penyelamatan,” katanya. (tur/zis)










