SERANG – Pustakawan Universitas Bina Bangsa (Uniba) Aip Rohadi mewakili Provinsi Banten pada ajang Indonesian Academic Librarian Award (IALA) 2019 yang digelar Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI).
Aip behasil masuk sebagai finalis dan akan besaing dengan empat pustakawan dari perguruan tinggi lain. Yakni Atin Istiarini, pustakawan Universitas Muhammadiyah Magelang yang mewakili Jawa Tengah dan Eko Kurniawan pustakawan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta. Lalu, Endah Kurniasari pustakawan Universitas Negeri Lampung (Unila) yang mewakili Lampung dan Deasy Kumalasari pustakawan Jawa Timur.
Lima finalis ini akan bersaing menjadi yang terbaik pada babak final yang dilaksanakan di Unila, pada 1 Oktober 2019. Mereka akan diuji dengan memaparkan karya ilmiah unggulannya.
Aip yang kini menjabat sebagai Kepala Perpustakaan Uniba berhasil masuk sebagai finalis setelah bersaing dengan 35 pustakawan dari berbagai FPPTI yang ada di Banten. “Ini bukan saja kebanggaan, tapi juga pembuktian bahwa Banten secara umum dan Uniba bisa bersaing di ajang nasional,” kata Aip kepada Radar Banten, Sabtu (20/9).
Menurutnya, seleksi dimulai dari pengurus FPPTI Banten. “Untuk Banten ada 35 peserta, selanjutnya dari tiap provinsi diwakili satu orang untuk tingkat nasional,” ujar Aip.
Kata dia, seleksi dimulai dari beberapa prestasi karya ilmiah unggulan. Selain itu, pengabdian masyarakat menjadi syarat dikirim ke pusat. “Setelah lima besar ini, saya hanya ikhtiar sebaik mungkin untuk membawa kampus dan Banten. Doa dan support teman-teman, dan Rektor Uniba Pak Furtasan Ali Yusuf, tentu sangat berarti di final nanti,” ucap Aip.
Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Banten Iman Sukwana menilai, Aip sebagai pustakwan muda yang memiliki basis keilmuan yang kuat, baik teoritis dan praktis. “Dia secara perlahan namun pasti mengembangkan keilmuannya di bidang pengelolaan perpustakaan secara internal dan eksternal sehingga menjelma menjadi pribadi yang ulet dan mau menerima kritik,” katanya.
Dengan kemampuan yang dimiliki, ucap Iman, Aip merupakan contoh pustakawan muda potensial. “Saya kira Aip representasi pustawakan yang humoris, menghargai orang lain dengan kapasitas yang mumpuni,” cetusnya. (Ken Supriyono)
Seorang Mahasiswa Uniba Jadi Korban Pengeroyokan saat Acara Musik Kampus
SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bina Bangsa, Ian Caesar Fransisco Sinaga, menjadi korban pengeroyokan saat berlangsungnya kegiatan...
Read moreDetails










