CILEGON – BPJS Kesehatan Cabang Serang menjalin kerja sama dengan PT Krakatau Medika dalam hal pengalokasian dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk iuran Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Kepala BPJS Kesehatan Sofyeni menjelaskan, saat ini banyak masyarakat yang telah mendaftar kepesertaan JKN-KIS namun tidak mampu untuk membayar iuran bulanan secara rutin
“Sudah mendaftar tapi fakta riilnya banyak masyarakat yang ability to pay-nya rendah, mungkin saat itu mereka mendaftar karena ingin mendapatkan manfaat jaminan, mendapatkan pelayanan kesehatan, tapi setelah itu, mereka tidak mampu membayar iuran,” ujar Sofyeni.
Karena itu pihaknya mengajak badan usaha baik milik pemerintah maupun milik swasta untuk berpartisipasi menyikapi persoalan tersebut dengan mengalokasikan dana CSR untuk membantu masyarakat dengan membayar iuran.
“Di Kota Cilegon sudah ada tiga perusahaan yang mengalokasikan CSR-nya untuk membantu masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan itu dalam membayar iuran, perusahaan itu PT Kimia Farma, PT Mikeda, dan PT Krakatau Medika,” ujar Sofyeni.
PT Krakatau Medika misalnya, salah satu anak perusahaan PT Krakatau Steel (KS) tersebut sejak tahun 2018, dan kembali diperpanjang tahun ini, mengalokasikan dana CSR untuk membayar iuran 200 peserta JKN-KIS, baik yang sebelumnya belum terdaftar, maupun yang sudah mendaftar, namun menunggak.
Ia berharap, hal yang telah dilakukan oleh PT Krakatau Medika juga diikuti oleh anak perusahaan PT KS lainnya, juga oleh badan usaha lain yang berdiri di Kota Cilegon sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal.
Sementara itu, Direktur Utama PT Krakatau Medika Didik Sugeng menjelaskan, sejak tahun lalu, perusahaan pengelola Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) tersebut sudah mulai mengalokasikan anggaran untuk membayar iuran JKN-KIS.
Data yang digunakan RSKM dalam menetapkan siapa yang berhak mendapatkan bantuan tersebut mengacu pada data yang dimiliki oleh BPJS Kesehatan.
“200 orang yang dibantu itu ada yang dari awal, ada juga yang tadinya sudah terdaftar tapi menunggak. Mayoritas yang dari awal, yang sebelumnya belum terdaftar di BPJS Kesehatan, sekitar 70 persen,” ujar Didik.
Ia menambahkan, program itu merupakan bentuk tanggung jawab PT Krakatau Medika terhadap masyarakat yang tinggal di daerah sekitar RSKM. Didik berharap program itu bisa terus berjalan, dan diikuti oleh anak perusahaan KS yang lain sehingga masyarakat yang tidak tercover oleh pemerintah atau yang tidak memiliki kemampuan untuk membayar iuran bisa terbantu.
Sebagai salah satu pelaku di industri kesehatan, menurutnya, jumlah masyarakat yang menggunakan manfaat JKN-KIS semakin banyak. Di RSKM, dari 15 persen, kini menjadi 30 persen dari total pelayanan setiap bulan. “30 persen dari total layanan per bulan sebesar Rp30 miliar, itu dari BPJS,” ujarnya. (ADVERTORIAL/BM)









