SERANG – Proyek pembuatan gapura pada kawasan penunjang wisata (KPW) Banten Lama terancam batal. Itu lantaran pada lokasi pembangunan gapura, di Lingkungan Kebalen, Kasemen, telah ditemukan fondasi yang diduga struktur cagar budaya.
Struktur itu diketahui setelah petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang melakukan penggalian delapan lubang untuk fondasi gapura. Pada lubang fondasi sedalam sekira satu meter itu tampak struktur berbahan batu bata.
Temuan tersebut diakui Pemkot Serang menjadi kendala. Sebab, pihaknya harus memastikannya melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten. “Pembangunan gapura masuk KPW yang fondasinya sudah digali ternyata ada sedikit kendala, di situ ada pasangan fondasi (diduga cagar budaya-red),” kata Walikota Serang Syafrudin saat meninjau langsung pembangunan KPW, Senin (23/9).
Syafrudin belum bisa memastikan jika fondasi itu sebagai salah satu sisa bangunan eks Kesultanan Banten. Namun, pihak Pemkot sedang melakukan koordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten untuk memastikannya. “Kita akan koordinasi dengan BPCB karena ada fondasi ini (cagar budaya-red),” katanya.
Jika fondasi tersebut benar benda arkeologis cagar budaya, ucap Syafrudin, pembangunan gapura KPW tidak bisa diteruskan. “Ada kemungkinan tidak bisa dilanjutkan. Artinya, pindah, geser,” ujar Syafrudin.
Selain melihat fondasi tempat ditemukannya struktur yang diduga cagar budaya, Syafrudin juga meninjau pematangan lahan pada area seluas 11 hektare tersebut.
Ia meminta, pihak Dinas PUPR Kota Serang mempercepat pembangunan hingga Desember mendatang. “Nanti PUPR akan koordinasi dengan BPCB terkait penemuan itu. Tapi, saya minta pengerjaan ini harus selesai di tahun ini juga,” cetusnya.
Menanggapi itu, Kepala Dinas PUPR Kota Serang M Ridwan mengatakan, sesuai jadwal dan anggaran, pengerjaan KPW harus selesai pada Desember tahun ini. “Desember harus sudah selesai, karena ini masuk dalam anggaran tahun 2019,” katanya.
Dia juga akan segera melakukan koordinasi dengan pihak BPCB. “Paling tidak dua sampai tiga hari ini kita koordinasi dan menunggu hasil identifikasi BPCB lebih lanjut,” katanya.
Ridwan menjelaskan, Pemkot Serang telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp30 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan jalan, pematangan lahan, musala, pedestrian, dan toilet. “Yang paling besar menghabiskan anggaran itu pematangan lahan dan pembangunan jalan,” katanya.
Selain itu, KPW juga dijadikan pusat kuliner. Saat ini, sudah ada sebanyak 500 kios yang telah dibangun untuk memindahkan pedagang kaki lima dari kawasan inti. Kemudian, lahan seluas 11 hektare itu juga dijadikan lokasi parkir kendaraan pengunjung dan Tourism Information Centre (TIC). “Nanti juga akan ada pengembangan-pengembangan lain terkait dengan kegiatan provinsi yang terpusat di KPW,” ujarnya. (ken/air/ira)








