CILEGON – Empat partai pemenang Pemilu 2019 di Kota Cilegon, yaitu Partai Golkar, Gerindra, PKS, dan PAN bersepakat membagi jatah ketua komisi di DPRD Kota Cilegon. Pada periode 2019-2024, jumlah komisi di DPRD Kota Cilegon bertambah dari tiga menjadi empat komisi.
Ketua DPD PAN Kota Cilegon Alawi Mahmud mengakui bahwa telah ada kesepakatan di antara partai-partai tersebut untuk membagi jatah ketua komisi untuk empat partai pemenang pemilu. Hal itu dinilai wajar sebagai apresiasi terhadap hasil pemilu. “Memang sudah disepakati begitu,” kata Alawi, Rabu (25/9).
PAN sendiri, kata Alawi, memastikan mendapat jatah ketua komisi. Namun, ia belum bersedia menyebutkan komisi apa dan siapa kader PAN yang akan duduk di komisi tersebut.
Ketua Fraksi Gerindra Babay Suhaemi juga mengakui adanya kesepakatan empat partai tersebut. Bahkan, Gerindra sudah lebih spesifik menginginkan salah satu dari dua komisi yang berkaitan dengan pemerintahan atau industri. “Untuk siapa yang akan duduk, belum kita bahas,” kata Babay.
Sementara itu, Ketua Fraksi PKS Abdul Ghoffar tidak menampik pihaknya menargetkan kursi pimpinan di salah satu dari empat komisi yang tersedia. Sebagai salah satu partai pemenang, menurutnya, itu merupakan hal yang wajar.
“Minimal ada satu perwakilan PKS di unsur pimpinan di komisi karena di periode sebelumnya juga kita masuk unsur pimpinan,” ujar Ghoffar, Rabu (25/9).
Disinggung soal pembahasan jatah komisi dengan tiga partai pemenang lainnya, menurut Ghoffar, pembahasan belum pada tahap keputusan, mengingat pembahasan tata tertib DPRD yang salah satunya mengatur bidang masing-masing komisi belum selesai.
“Intinya, nanti alat kelengkapan berdasarkan kesepakatan bersama, harapannya bisa seperti itu (duduki kursi pimpinan komisi), kalau ada usulan lain nanti dipertimbangkan,” ujar Ghoffar.
Kata dia, yang terpenting saat ini adalah selesainya pembahasan tata tertib DPRD Kota Cilegon sehingga hal-hal lain berkaitan AKD bisa segera dilaksanakan.
Usai pengambilan sumpah pimpinan DPRD, Ketua DPRD Kota Cilegon Endang Efendi menjelaskan, terkait pembagian kursi pimpinan AKD, Partai Golkar menunggu komunikasi dari fraksi-fraksi lain.
“Politik kan dinamis, semuanya bisa dikomunikasikan, kalau tidak ada komunikasi sama sekali yah gimana,” ujar Endang.
Kata Endang, Golkar tidak masalah meski sebagai pemilik kursi terbanyak hanya mendapatkan satu AKD. “Kalau adil tidak akan karena fraksi ada delapan sedangkan alat kelengkapan ada enam, nanti yang dua harus ditempatkan di mana dong,” ujarnya.
Diketahui, pada Pemilu 2019 lalu Partai Golkar menjadi pemenang dengan meraih sepuluh kursi DPRD Kota Cilegon. Posisi kedua diraih Partai Gerindra dengan meraih enam kursi. Sedangkan PKS dan PAN masing-masing meraih empat kursi. (bam-ibm/ira)









