Membuka akses pendidikan yang lebih baik menjadi salah satu prioritas PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) dalam berkontribusi kepada masyarakat. Untuk itu, Chandra Asri menjalin komunikasi dan kerja sama dengan perguruan tinggi ternama di wilayah Banten yaitu Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) untuk berperan serta mengembangkan dan meningkatkan kualitas SDM yang siap terjun ke dunia kerja.
Selain itu, kerja sama ini membuka pintu kolaborasi lainnya, khususnya di bidang penelitian ilmiah dan pemberdayaan masyarakat dan lingkungan.
VP Corporate Relation PT Chandra Asri Petrochemical Suhat Miyarso mengatakan, kerja sama pemberian beasiswa kepada Untirta berlangsung sejak 2014. “Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa terpilih dari berbagai jurusan di Untirta. Pertimbangannya yaitu berprestasi secara akademik dan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga penerima beasiswa. Khusus beasiswa untuk mahasiswa baru, kami utamakan juga yang putra,” terang Suhat.
Suhat menjelaskan, klasifikasi program beasiswa ini ada dua. Pertama, beasiswa untuk mahasiswa tingkat akhir (dua semester terakhir) yang hingga tahun 2019 sudah memberikan beasiswa kepada 45 mahasiswa tingkat akhir. Kedua, program beasiswa (full tuition selama empat tahun) untuk mahasiswa baru. Hingga 2019, Chandra Asri sudah memberikan beasiswa kepada 40 mahasiswa baru.
“Chandra Asri setiap tahun memberikan beasiswa kepada 10 mahasiswa terpilih dari jurusan yang berbeda-beda,” ungkapnya.
Selain mahasiswa, lanjut dia, Chandra Asri memberikan beasiswa bagi dosen Untirta yang akan melanjutkan S3 di perguruan tinggi negeri ternama. Saat ini sedang dalam proses seleksi kandidat yang sesuai.
Kerja sama Chandra Asri dengan Untirta juga mencakup kerja sama di bidang riset yang mencakup riset pengembangan produk polymer, terutama untuk memenuhi kebutuhan Indonesia akan produk polymer yang semakin meningkat. Kemudian riset kualitatif maupun kuantitatif tentang pemberdayaan masyarakat dan lingkungan. Yang sudah berjalan adalah pemetaan sosial untuk menemukenali dan mendalami kondisi sosial masyarakat sekitar wilayah operasi sebagai dasar implementasi kegiatan atau program tanggung jawab sosial perusahaan.
“Untirta merupakan mitra penting bagi Chandra Asri, terutama karena Untirta merupakan universitas yang unggul di Banten. Dengan komitmen Chandra Asri yang ingin terus menjadi katalis pertumbuhan bagi Cilegon dan Banten, kami berharap program kerja sama ini dapat menghasilkan putra dan putri Banten yang kualitasnya tidak kalah dari lulusan-lulusan universitas nasional ternama lainnya dan dapat menjadi penggerak pertumbuhan bangsa,” ungkap Suhat.
Rektor Untirta Dr. H. Fatah Sulaeman, ST, MT mengungkapkan, Chandara Asri merupakan salah satu inisiator mitra strategis Untirta sejak 1998 serta inisiator pembentukan program teknisi industri kimia setara diploma. Saat itu, bersama tim, Chandra Asri membentuk Asosiasi Industri Kimia di Kota Cilegon yang memberikan beasiswa untuk putra putri Banten. Lulusannya kemudian dapat berkompetisi dan bebas memilih perusahaan. Ada yang ke Chandra Asri dan perusahaan lain, bahkan ada yang ke luar negeri, seperti ke Qatar dan Abu Dhabi.
Bagi Untirta, menurut Fatah, Chandara Asri semakin mempertajam program tanggung jawab sosialnya hingga lebih tepat manfaat. Bukan hanya beasiswa bagi mahasiswa, juga membantu peralatan laboratorium, fasilitasi magang dan kerja praktik. Kemudian juga menginisiasi beasiswa untuk tugas akhir bagi mahasiswa Untirta yang terseleksi dan sekaligus menjadikan mahasiswa-mahasiswa tersebut sebagai kader potensial untuk perusahaan. Terbukti sudah ada sejumlah mahasiswa Untirta yang dipekerjakan oleh Chandra Asri.
“Selain beasiswa untuk mahasiswa tingkat akhir yang sudah berjalan lebih dulu, dalam tiga tahun terakhir ini, Chandra Asri juga mengalokasikan bantuan beasiswa penuh kepada total sepuluh mahasiswa baru hingga lulus. Kriterianya ditentukan Chandra Asri. Selain pintar, juga secara ekonomi layak untuk dibantu. Dosen yang sedang kuliah juga mendapatakan beasiswa dan fasilitasi untuk pendidikan S3,” ungkap Fatah.
Animo mahasiswa mendapatkan beasiswa sangat besar karena ada banyak manfaat yang yang dirasakan untuk keberlangsungan pendidikan dan masa depannya. Kolaborasi dengan industri sesuatu yang sangat penting bagi Untirta. “Fasilitas yang ada di industri mungkin tidak bisa anggarakan oleh kampus, maka dari itu ada yang dapat kita akses dari kerja sama,” ungkap Fatah.
Ia mencontohkan, mahasiswa teknik mendapatkan teori teknologi di ruang kelas, tapi praktiknya ada di industri. Belum lagi kolaborasi topik-topik riset problem solving riil di lapangan. Karena akademisi tidak bisa hanya riset di lab saja. Kemudian pengayaan bagi dosen untuk memahami fungsi fungsi peralatan dan lainnya. Pokoknya banyak hal yang bermanfaat.
“Kolaborasi ini semestinya menjadi pemicu bagi induistri lain untuk memiliki kesadaran yang sama dalam memberikan kontribusi dalam dunia akademik. manfaatnya bagi industri antara lain dapat meningkatkan kinerja dan kapasitas. Chandra Asri salah satu contoh yang baik,” lanjut Fatah.
Sebagai dosen yang membina mata kuliah yang berkiatan khusus dengan proses produksi di Chandra Asri yaitu mata kuliah produksi petrokimia. Salah satu produknya yang diproduksi oleh Chandra Asri. “Karena sudah ada kemitraan dengan Chandra Asri, mahasiwa dapat turun lapangan. Chandra Asri sangat terbuka menerima mahasiswa hingga dapat mengelilingi industrinya. Mahasiwa sangat enjoy. Dan ini mungkin, kalau boleh saya banggakan, fasilitas yang ada di sekitar kampus kita ini yang terbaik yang belum tentu dimiliki oleh universitas lain. Kami termasuk yang dipruioritaskan oleh Chandra Asri,” ungkap Fatah.
Ia berharap kolaborasi dengan Chandra Asri lebih luas lagi dan beragam. Keduanya dapat semakin bersinergi dan saling memberikan kontribusi. (*)








