TANGERANG – Untuk membangun desa, Pemerintah Desa (Pemdes) Mekarbaru, Kecamatan Mekarbaru, mengklaim tidak pernah meninggalkan masyarakatnya. Semua elemen masyarakat selalu dilibatkan. Tentu, demi kelancaran dan kesuksesan program pembangunan yang disepakati masyarakat dan dicanangkan oleh Pemdes Mekarbaru.
Sekretaris Desa Mekarbaru Jami menyatakan, bahwa sinergitas antara Pemdes Mekarbaru dengan masyarakat telah terbangun. Setiap muncul permasalahan dalam pelaksanaan pembangunan, Pemdes dan masyarakat Mekarbaru selalu bersama untuk menyelesaikannya.
Kedekatan dan keakraban antara aparatur Pemdes dan masyarakat Mekarbaru, menurut Jami, bisa dibuktikan dengan keadaan Kantor Desa Mekarbaru. Selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat, khususnya tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda di Mekarbaru.
”Ya bisa dibandingkan dengan desa lain. Mas (menyebut Radar Banten-red) bisa lihat sendiri. Jam dua siang gini, banyak warga yang ngopi di kantor kita. Para ketua RT dan jaro juga sering merapat ke kantor, meski enggak ada acara rapat. Itu hampir setiap hari. Dari ngopi bareng itu, terselip pembahasan terkait pembangunan untuk Desa Mekarbaru. Kita bahas permasalahan dan solusinya,” tutur Jami kepada Tim Saba Desa Radar Banten di ruang kerjanya, Kamis (18/4).
Ia menyampaikan, bahwa program pembangunan Desa Mekarbaru tahun 2018 sudah berjalan. Namun, harus dilanjutkan pada 2019. ”Tahun 2018, alhamdulillah, pembangunan fisik sudah berjalan. Kemudian, non-fisiknya juga berjalan. Fisiknya, pembangunan jalan beton dan jalan paving block di kampung-kampung, kemudian SPAL (Saluran Pembuangan Air Limbah-red) dan sarana prasarana gedung PAUD (pendidikan anak usia dini-red). Tahun ini, kita masih fokus bangun infrastuktur jalan, khususnya rabat beton,” ungkap Jami.
Program pembangunan nonfisik, lanjut Jami, Pemdes Mekarbaru melakukan sejumlah pembinaan masyarakat. Di antaranya, pembinaan pencegahan bahaya narkoba dan pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD).
”Beberapa program pemberdayaan juga kami lakukan di tahun 2018. Salah satunya, kita berdayakan ibu-ibu pengajian agar terampil dalam kesenian kasidah atau biasa kita sebut ketimpringan. Kami juga memberikan pelatihan menyablon bagi pemuda. Kami pun ada program bantuan pangan nontunai setiap bulan bagi warga yang kurang mampu,” terangnya.
Jami menuturkan, Mekarbaru merupakan desa hasil pemekaran Desa Waliwis pada 1992. Potensi di Mekarbaru adalah pertanian. Dari luas wilayah 225,15 hektare, 80 persennya merupakan lahan pertanian padi.
”Potensi kami itu pertanian. Sawah di desa kami luasnya 175 hektare. Sawah adalah sumber warga desa kami. Harapan kami, meski mayoritas petani, semoga bisa sejahtera dan semoga pembangunan di Desa Mekarbaru bisa segera tuntas 100 persen,” pungkas Jami. (pem/rb/sub)








