KRESEK – Desa Pasirampo di Kecamatan Kresek punya potensi di bidang usaha batik. Soalnya, di sana ada produsen batik cetak motif Pekalongan. Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pasirampo, Rahmat mengatakan usaha batik tersebut dapat membuka lapangan pekerjaan bagi warga desa.
“Usaha batik cetak Pekalongan ini jarang ditemui di desa lain. Dan tentu jadi salah satu potensi yang diunggulkan. Tetapi selain itu, ada juga usaha lain seperti pengusaha kulit lumpia, keset, tahu putih, dan lainnya,” katanya saat ditemui di kantor Desa Pasirampo, Senin (21/10).
Menurut Rahmat, adanya usaha tersebut menjadi sumber penghasilan warga desa. Kini, ada puluhan warga yang bekerja di tempat usaha batik tersebut. Ke depan, pihaknya juga ingin berusaha melakukan inovasi desa.
“Sebab kalau inovasi itu yang tadinya enggak ada jadi ada. Terus harus produktif. Nanti kami akan coba musyawarahkan lagi, kira-kira inovasi apa yang cocok untuk desa kami,” ungkapnya.
Sementara itu, pemilik rumah produksi kain batik cetak motif Pekalongan Sinyo Siregar mengatakan, batik yang diproduksi berbagai ukuran. Diantaranya, ukuran panjang 2,60 meter dengan lebar 90 centimeter dan panjang 3,30 meter dengan lebar yang sama.
“Untuk harganya kisaran Rp900 ribu sampai Rp950 ribu per kodi. Satu kodinya berisi 20 lembar kain. Pelanggan saya banyak di Pasar Tanah Abang,” jelas Sinyo, saat ditemui di tempat usahanya di Kampung Pandalakan, RT 14 RW 01, Desa Pasir Ampo, Senin (21/10).
Sinyo mengaku, usaha tersebut ia jalankan sejak 2015 lalu. Kini, ia dibantu oleh 30 pekerja yang merupakan warga sekitar. Untuk proses produksinya meliputi pemotongan kain, lalu dicap dengan cetakan batik dengan motif beragam. Setelah itu diberi warna kemudian dijemur. “Sehari produksi batik 500 lembar. Untuk motifnya ada tiga yang jadi unggulan yakni, motif pelangi, kriwilan, dan celepan naptol,” pungkasnya. (pem/rb)









