KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja berharap mahasiswa peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (Uniba) mampu menjadi agen perubahan yang mendorong terwujudnya desa dan kelurahan yang mandiri serta berkelanjutan.
Harapan tersebut disampaikan Soma saat menghadiri serah terima mahasiswa KKM Uniba Tahun 2026 di Gedung Serba Guna (GSG) Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Selasa, 7 Juli 2026.
Di situ, Soma mengatakan bahwa tema KKM Uniba tahun ini, yakni Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Inovasi Pendidikan, Ekonomi Lokal, Sosial Budaya, Lingkungan, dan Tata Kelola Desa/Kelurahan Menuju Desa/Kelurahan Mandiri dan Berkelanjutan, sangat sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Tangerang.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan bisa memperkuat sinergi pembangunan melalui program-program yang inovatif, kreatif, dan berkelanjutan.
“Jadi, KKM bukan hanya memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi wahana pembelajaran nyata untuk membangun kepedulian sosial, mengasah kepemimpinan, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi di masyarakat,” ujar Soma.
Dia mengungkapkan, potensi Kabupaten Tangerang di berbagai sektor akan berkembang lebih optimal melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta masyarakat.
Dia juga berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika dan disiplin, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan masyarakat selama menjalankan KKM.
“Bangun komunikasi yang baik, hormati nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, dengarkan aspirasi masyarakat, kemudian hadirkan gagasan,” pesannya.
Sementara itu, Wakil Rektor II Universitas Bina Bangsa, Gatot Hartoko, mengatakan bahwa sebanyak 1.948 mahasiswa diterjunkan untuk mengikuti KKM di Kabupaten Tangerang.
Menurut Gatot, para mahasiswa akan ditempatkan di sejumlah kecamatan dan desa dengan program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari bidang pendidikan, keagamaan, pemberdayaan ekonomi, sosial budaya, hingga tata kelola desa.
Dia menambahkan, mahasiswa juga akan menjalankan sejumlah program seperti pengembangan website desa, pendampingan digitalisasi pembayaran bagi pelaku UMKM, serta konsultasi hukum sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dengan dukungan pemerintah daerah sehingga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ungkapnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











