SEBANYAK 93 peserta yang berasal dari 19 sekolah dasar (SD) se-Kecamatan Cigemblong mengikuti Bintang Sains yang digelar di gedung PGRI Malingping, Jumat (25/10). Kompetisi yang menguji pengetahuan mata pelajaran matematika dan sains di Kecamatan Cigemblong didominasi oleh anak petani dan guru. Dari 10 finalis di Kecamatan Cigemblong, empat di antaranya adalah anak petani dan tiga peserta lainnya berasal dari anak guru.

Turut hadir menyaksikan jalannya lomba, yaitu Kepala UPT Pendidikan Cigemblong Herman, Pengawas Kecamatan Cigemblong Aep Jaenudin, Ketua PGRI Cigemblong Sodikin, dan Ketua K3S Cigemblong Mad Usen.
Di Kecamatan Cigemblong, persaingan menjadi sepuluh finalis berlangsung cukup ketat. Soal matematika masih menjadi kendala bagi puluhan peserta. Di soal matematika banyak peserta yang berguguran sehingga tidak bisa melanjutkan kompetisi.

Kepala UPT Pendidikan Cigemblong Herman mengatakan, meskipun Cigemblong termasuk daerah pelosok, tetapi optimistis mampu bersaing dengan peserta asal daerah kota di Lebak. Peserta kompetisi di tingkat kecamatannya, sebagian besar peserta dapat menjawab dengan benar. Bahkan pembaca soal harus beberapa kali memberikan soal tambahan untuk memdapakan sepuluh finalis yang akan mewakili Kecamatan Cigemblong.

“Saya kira untuk akademik kemampuan pelajar di Lebak sudah cukup merata. Walaupun kami di daerah, tapi soal pengetahuan tak akan kalah dari peserta asal kota,” ujar Herman.

Walaupun kemampuan peserta asal Cigemblong sudah cukup baik, kata Herman, tetapi finalisnya harus diberikan bimbingan belajar lagi sebelum bertanding di tingkat Kabupaten Lebak.

“Tentunya tetap harus lebih giat lagi belajarnya. Saya juga telah meminta kepada kepala sekolah dan guru pendamping untuk memberikan bimbingan belajar lebih. Karena walau bagaimana pun ini adalah ajang yang juga dapat mengharumkan nama sekolah dan daerah,” kata Herman.

Salah seorang finalis, Lia Agustina asal SDN 1 Cikaret mengaku akan lebih giat belajar lagi untuk menghadapi babak final. “Harus lebih giat lagi belajarnya. Saya bersyukur bisa masuk sepuluh besar walaupun saya sempat tak yakin bisa menjadi finalis,” katanya. (nce/aas/ira)








