Tanjakan ‘kunang-kunang’ atau tanjakan 45 Sayar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang memang berat. Satu per satu peserta menyerah dan memilih menuntun sepedanya agar sampai di puncak bukit.
M WIDODO – SERANG
Hanya sebagian kecil peserta yang dapat mencapai puncak bukit dengan menggowes. Itu pun dengan napas yang terengah-engah alias ngos-ngosan. Begitu sampai di puncak pun wajahnya langsung terlihat pucat pasi sambil duduk dengan menyelonjorkan kakinya. Itulah kenapa tanjakan 45 dinamakan ‘kunang-kunang’. Karena, begitu peserta mencapai puncak, matanya langsung berkunang-kunang.
Kendati sudah kelihatan lelah, mereka tak mau menyerah. Semangatnya untuk mencapai finis begitu kuat. Setelah minum dan menikmati gorengan yang disediakan panitia, mereka kembali memancal sepeda MTB-nya.
Itu hanya sepenggal cerita gowes dalam rangka memperingati hari ulang tahun Serang Cilegon Anyer Merak (SCAM) Facebiker kelima, Sabtu (2/11). SCAM adalah unifikasi klub-klub gowes di Banten. Yang digawangi H Nuryadin, Kang Medi, Kang Ola, Kang Darman, dan lain-lain. Menurut Kang Ola, gowes kali ini dijadikan sebagai ajang pemanasan Tour d’Baduy (TdB) yang bakal digelar awal 2020. TdB rutin digelar setiap tahun oleh SCAM.
Dilepas M Widodo (Radar Banten) dan mbah Kamil (pentolan Trek Gunung Pinang/TGP) dari Pendopo Pemkab Serang, gowes yang diikuti 300 lebih peserta itu finis di Rumah Hutan, Cidampit, Gunung Sari.
Jarak gowes memang tak terlalu jauh. Tapi, cuaca yang panas dan tanjakan yang bervariasi membuat peserta cepat kecapekan. Banyak peserta dari Jakarta dan Depok yang baru pertama kali melewati trek itu menilai trek tersebut cukup berat dan menantang.
Pada rute Pendopo Pemkab Serang-Rumah Hutan, Cidampit, terdapat empat tanjakan cukup berat. Pertama, tanjakan Kampung Wisata Karodangan, tanjakan Kunang-kunang, dan tanjakan di Kampung Bojong serta single treck menuju area Rumah Hutan.
Peserta dari Jakarta, Pakde Toegiman dan Bude Endang Wahyuni, yang merupakan suami-istri, menilai trek ini lumayan berat. “Tapi, alhamdulillah saya dan Bapak bisa melewati, walaupun alon-alon,” kata Bude Endang berbinar-binar begitu sampai di tempat istirahat Kampung Tanjung Ilir.
Berbagai klub gowes dari seputaran Banten turut ambil bagian. Antara lain dari Guriang (Padarincang), CBS (Ciruas), TGP, Safira, Tangerang, Anyar, Jakarta, Depok. Juga hadir pentolan atau sesepuh gowes dari seputaran Serang dan Cilegon. Antara lain, Mbah Kamil( TGP), M Widodo (Radar Banten), H Nuryadin, Medi Gong, Kang Ola, Kang Darman, Medi Gong Kerikil, Prayuda, Dicky, Kang Dwi, Kang Iyus, kang Ical, Bu Dyah Pitaloka, Sakinah Ina, dan lainnya. (*)








