Tinggal di lingkungan kampung yang bersih dan aman merupakan impian setiap orang. Untuk mewujudkannya, warga di Kabupaten Serang rutin melaksanakan kegiatan Jumat Bersih (Jumsih) sesuai imbauan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah.
HAIDAR – SERANG
Bukan hal yang mudah untuk menghidupkan kembali tradisi gotong royong Jumsih. Selain mendapat penolakan, sejumlah kepala desa dan ketua RW juga mengaku kesulitan mengajak warga untuk ikut membersihkan lingkungan. Dibutuhkan cara dan strategi jitu.
Salah satu caranya adalah dengan mengikuti Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2019 yang digagas Radar Banten, Pemerintah Kabupaten Serang, Polda Banten, dan Korem 064 Maulana Yusuf Serang. “Alhamdulillah, sejak ada LKBA, warga mau ikut kegiatan Jumsih lagi,” kata Kepala Desa Panyaungan Jaya, Kecamatan Ciomas, Supyani kepada Radar Banten, Minggu (3/11).
Sebelum mengikuti LKBA, kata Supyani, warga di Desa Panyaungan Jaya melakukan kegiatan Jumsih hanya sebulan sekali. Itu pun tidak semua warga ikut gotong royong, hanya sebagian kecil. Terkadang, warga lupa dan kegiatan Jumsih dilakukan dua bulan sekali.
Namun sejak mengikuti LKBA 2019, semangat warga Desa Panyaungan Jaya untuk melakukan Jumsih tumbuh kembali. Jika sebelumnya sebulan sekali, sekarang Jumsih dilakukan seminggu sekali. “Warga mulai sadar pentingnya menjaga kebersihan,” katanya.
Hal itu juga dialami Ketua RW di salah satu desa di Kecamatan Kramatwatu, Jamili. Warga di lingkungannya yang notabene pendatang sebelumnya bersikap cuek pada kegiatan gotong royong. Setiap ada pemberiatahuan Jumsih, warga tidak menggubrisnya.
Bahkan, Jamili sampai mengetuk satu per satu pintu rumah warga untuk mengajak gotong royong membersihkan lingkungan. Ada yang mau diajak, ada pula yang tidak peduli dan tidak keluar rumah. “Sebelumnya mah susah diajak gotong royong,” keluhnya.
Hingga suatu hari, dibantu jajaran pengurus RW dan RT, Jamili mengundang warga untuk memberitahukan keikutsertaan lingkungannya dalam LKBA 2019. Tak disangka, respons warga sangat antusias. Keesokan harinya saat diajak melakukan Jumsih, sebagian besar warga keluar rumah sambil membawa alat kebersihan. “Semua gang di perumahan kami penuh, warga pada nyapu,” akunya.
Bukan hanya bersih, sejumlah desa mengalami perubahan drastis setelah melakukan persiapan dalam menyambut LKBA 2019. Mulai dari lingkungan menjadi berwarna-warni, lingkungan penuh tanaman bunga dan penghijauan, bahkan sampai ada lingkungan yang warganya melakukan beragam kreasi dan daur ulang sampah menjadi hiasan yang bermanfaat.
Seperti yang dilakukan Kepala Desa Bugel, Kecamatan Padarincang, Muhtar yang memanfaatkan ban bekas untuk pot bunga, membuat drum untuk tempat sampah lalu dicat warna-warni. “Saya membebaskan warga untuk berekspresi sesuka hati, mau bikin apa pun bebas,” katanya.
Muhtar mengaku merasa beruntung mengikuti LKBA 2019. Soalnya, lingkungan tempat tinggalnya yang berada di areal persawahan, selama ini dinilai kotor. Irigasi penuh sampah dan rumput ilalang. Namun setelah mengikuti LKBA, warga semangat melaksanakan Jumsih membersihkan lingkungan. “Minggu depan kami pasang hiasan payung-payung menggantung juga di dekat persawahan,” akunya.
Muhtar berharap, LKBA 2019 dilaksanakan rutin setiap tahun. Alasannya, untuk menumbuhkan kesadaran warga hidup bersih dan aman, tidak bisa hanya dilakukan dengan satu kali lomba. Untuk lebih menstimulus, kata Muhtar, perlu adanya keberlanjutan lomba. “Saya sih enggak mengharap hadiahnya, asal warga punya kesadaran hidup bersih dan aman, saya sudah bahagia,” ungkapnya. (*)








