TANGERANG – Sejumlah pelaku usaha industri tersebar di Desa Kosambi Dalam, Kecamatan Mekarbaru, Kabupaten Tangerang. Industri rumahan tumbuh subur di wilayah tersebut, mulai dari usaha konveksi hingga percetakan pavingblock. Kehadirannya dapat menyerap tenaga kerja yang sebagian besar adalah warga desa.
Hal tersebut dikatakan Sekretaris Desa Kosambi Dalam H. Nabhani saat ditemui di ruang kantornya, Kamis (31/10). Ia mengatakan, keberadaan industri rumahan sangat terasa manfaatnya bagi masyarakat. “Alhamdulillah, di Desa Kosambi Dalam banyak industri rumahan yang berkembang dan menjadi potensi desa. Keberadaan mereka bisa menyerap tenaga kerja dari warga mulai dari anak muda hingga orang tua,” katanya.
Nabhani menerangkan, industri rumahan tersebar diberbagai kampung di desa berpenduduk 8.324 jiwa itu. Mulai dari konveksi, percetakan pavingblock, peternakan hingga pengoalahn kulit ikan pari. Kalau untuk usaha percetakan pavingblock ada di Kampung Tanjakan, konveksi diberbagai RT yakni di Kampung Kirabun, Kampung Pasir, dan Kampung Kosambi Dalam serta Kampung Koja. Sementara pengolahan kulit ikan pari ada di Kampung Kirabun,
Hadirnya industri rumahan tersebut mampu menyerap tenaga kerja mulai dari enam orang hingga 50 orang lebih. “Misalnya di tempat pavingblock ada delapan pekerja, konveksi 50 pekerja lebih, dan pengolahan ikan pari mencapai 20 orang pekerja tetap, belum lagi puluhan ibu-ibu yang menjadi pekerja kuli. Dari hal ini warga bisa dapat pekerjaan dan memiliki penghasilan untuk kebutuhan ekonomi keluarganya,” ungkap Nabhani.
Sementara soal pembangunan infrastruktur fisik, lanjut Nabhani, diperkirakan sudah mencapai 85 persen. Ia tidak memungkiri masih ada jalan lingkungan yang belum terbangun. Pembangunan yang dilakukan lebih fokus pada jalan lingkungan seperti pavingblock dan saluran pembuangan air limbah (SPAL). Memang ada jalan lingkungan yang masih tanah, tapi tahun depan akan dituntaskan.
Selain pembangunan fisik, Pemdes Kosambi Dalam juga akan fokus pada pembangunan ekonomi. Yakni dengan memanfaatkan potensi industri rumahan untuk dikembangkan salah satunya melalui badan usaha milik desa (Bumdes). (pem/rb/adm)









