TANGERANG – Usaha mikro yang merupakan kegiatan ekonomi rakyat berskala kecil dan bersifat tradisional banyak ditemui di Desa Kemuning, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.
Bahkan di desa tersebut banyak warganya yang konsen menjalankan usaha kerajinan tradisional mulai dari anyaman bambu, keset, hingga rotan.
Penjabat Kepala Desa (Pj kades) Kemuning Ubayudin mengatakan, Sejumlah potensi di bidang usaha kerakyatan tradisional hadir di sini. Di antaranya, kerajinan pembuatan keset, kursi rotan dan anyaman bambu. “Banyaknya usaha tersebut menjadi salah satu potensi desa yang harus dikembangkan terus ke depan,” katanya, saat ditemui di kantornya, Rabu (20/11).
Tetapi, kata Ubay, usaha kerakyatan tersebut masih terkendala mulai dari permodalan, bahan baku serta tenaga kerja. “Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) kami, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, untuk meningkatkan produksi usaha kerakyatan di Desa Kemuning,” ungkapnya.
Salah seorang pengusaha anyaman bambu di Kampung Rancawiru RT 13 RW 04 Desa Kemuning, Sartani mengatakan, mendapatkan kemampuan menganyam bambu dari orangtuanya. Produk yang dibuat berupa bakul, nampan, cepon dan ayakan.
Untuk saat ini, lanjut Sartani, ia kesulitan produksi lantaran minimnya minat para pemuda untuk bekerja sebagai penganyam bambu. Hal itu lantaran banyak pemuda yang lebih memilih bekerja di pabrik dengan penghasilan tetap setiap bulan. Selain tenaga kerja, dirinya juga mengalami permasalahan mulai dari modal dan bahan baku. Sehingga sulit berkembang. Belum lagi nilai jual barang-barang berbahan bambu itu hanya mampu dijual dengan harga murah.
Dalam sehari, Sartani mengaku, hanya bisa menghasilkan dua anyaman bambu. Setiap barang yang dihasilkannya dijual dengan harga mulai dari Rp30 ribu kepada para pedagang di pasar-pasar tradisional di Kecamatan Kresek dan sekitarnya. “Semoga ke depan ada bantuan permodalan untuk usaha mikro ini,” pungkasnya. (pem/rb/adm)









