CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Nama Zianka Ramadhan atau akrab disapa Zizi mulai dikenal sebagai salah satu anak berprestasi asal Kota Cilegon.
Siswi kelas 5 SD Negeri 2 Cilegon ini konsisten menorehkan prestasi di berbagai bidang, khususnya seni tari, bahkan hingga tingkat provinsi.
Di usianya yang masih belia, Zianka telah mengoleksi sejumlah penghargaan membanggakan.
Pada 2024, ia berhasil meraih Best Performance dalam ajang Putra Putri Tari Cilik Indonesia tingkat nasional.
Selain itu, ia juga pernah meraih Juara 3 FLS2N tingkat Provinsi Banten di kategori tari garapan.
Prestasinya berlanjut di tahun 2025 dengan meraih Juara 2 FLS3N tingkat Kota Cilegon.
Selain di bidang tari, Zianka juga mencatatkan prestasi di berbagai bidang lain. Pada 2024, ia meraih Juara 1 O2SN gaya kupu-kupu 50 meter dan Juara 1 gaya dada 50 meter.
Zianka juga tampil sebagai Juara 1 tunggal dalam ajang Panin Expo serta terlibat dalam kegiatan budaya internasional BC-FIFA.
Di bidang olahraga bela diri, ia berhasil meraih Juara 1 Pracadet Poomsae pada Kejuaraan Taekwondo Piala Kemenpora 2025.
Sementara dalam lomba keagamaan, Zianka meraih Juara 2 Lomba Dai Cilik tingkat Kecamatan Jombang.
Tak hanya itu, ia juga aktif di dunia modeling dengan mengikuti berbagai fashion show hingga meraih Juara Harapan III dalam ajang Duta Batik 2026.
Saat ini, Zianka tengah fokus mempersiapkan diri untuk kembali berlaga di ajang FLS3N bersama tim sekolahnya di kategori tari.
“Latihan rutin setiap hari sepulang sekolah, dari jam 1 sampai jam 3 atau setengah 4 sore,” ujar Zianka.
Ia mengaku sudah menyukai dunia tari sejak taman kanak-kanak. Namun, baru mulai serius mengikuti lomba saat duduk di kelas 3 SD.
“Senang nari dari kecil. Kadang capek, tapi harus ditahan,” katanya polos.
Dalam prosesnya, Zianka menyebut sosok ibunya menjadi sumber dukungan terbesar.
Sang ibu terus mengingatkan teknik dasar seperti power, ekspresi, hingga senyum saat tampil.
Sementara itu, ibunda Zianka mengungkapkan bahwa kesuksesan anaknya tidak datang secara instan.
Ia menyebut Zianka bukan tipe anak dengan bakat alami, melainkan harus ditempa melalui latihan konsisten.
“Awalnya bahkan tidak kelihatan bakatnya. Sampai ayahnya sempat bilang berhenti saja. Tapi saya tidak mau setengah-setengah. Hampir dua tahun baru terlihat hasilnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, untuk memaksimalkan kemampuan anaknya, Zianka bahkan mengikuti latihan privat agar lebih fokus dalam pembinaan teknik.
“Kalau mau jadi penari, harus jadi penari yang bagus. Akademik penting, tapi skill juga penting untuk masa depan,” tegasnya.
Selain itu, dari perjalanan Zianka di dunia tari dan modeling, keluarga juga mulai mengembangkan usaha di bidang kostum tari.
Berawal dari kebutuhan tampil, kini mereka merintis brand penyewaan busana tari bernama “Zianka Klambi”.
Zianka sendiri memiliki cita-cita besar. Ia ingin menjadi penari profesional sekaligus pengusaha di masa depan.
Dengan segudang prestasi dan dukungan keluarga, Zianka menjadi contoh bahwa kerja keras, konsistensi, dan dukungan orang tua mampu melahirkan generasi muda berprestasi di Kota Cilegon.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











