SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (ASPSB) Kabupaten Serang meminta pemerintah daerah untuk memberantas calon tenagakerja di Kabupaten Serang.
Hal itu disampaikan oleh Ketua ASPSB Kabupaten Serang, Asep Saefullah, pada saat peringatan hari buruh internasional yang dilaksanakan di lapangan Samator Modern Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, pada Minggu 3 Mei 2026.
Dalam kesempatan tersebut, hadir ribuan buruh yang tergabung dalam ASPSB Kabupataten Seraang. Selain itu hadir pula Gubernur Banten Andra Soni, Kapolda Banten, Irjen Pol. Hengki, Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Serang.
Asep mengatakan, ASPSB Kabupaten Serang merupakan wadah perjuangan untuk pekerja dan buruh di Kabupaten Serang. “Aliansi Serikat Pekerja-Serikat Pekerja Kabupaten Serang merupakan garis perjuangan pekerja ataupun buruh yang ada di Kabupaten Serang. Ini terdiri dari berbagai serikat pekerja dan serikat buruh di Kabupaten Serang,” katanya, Minggu 3 April 2026.
Ia mengungkapkan, pada momentum hari buruh internasional tahun ini, buruh tak hanya menuntut kenaikan upah, kesejahteraan, jaminan sosial, menuntut hak-hak yang harus dipenuhi, melainkan bagaimana anak-anak buruh mendapatkan pendidikan gratis.
“Kita meminta anak buruh dengan kuota khusus mendapatkan sekolah gratis tetapi melalui seleksi yang yang tentunya dilakukan oleh panitia,” ujarnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga memiliki tiga besar tuntutan yang harus dipenuhi oleh pemerintah. Yang pertama, mereka meminta agar pemerintah Kabupaten Serang segera mengesahkan Perda Ketenagakerjaan yang sudah diusulkan oleh ASPSB.
“Perda ketenagakerjaan yang di mana aliansi pernah ngusung, disampaikan ke DPRD tetapi belum pernah dibahas sedikitpun oleh DPRD,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mendesak agar pemerintah bisa memberantas calon tenaga kerja yang saat ini sangat meresahkan masyarakat yang ingin mencari kerja.
“Kita ingin bagaimana memberantas calo keternaga kerjaan di Kabupaten Serang. Ternyata calo ini bukan hanya di internal kantor kerja, di internal manajemen, di internal masyarakat, banyak juga oknum pejabat yang ternyata main menjadi calo ketenagakerjaan,” ujarnya.
Bukan hanya itu, pihaknya juga mendesak agar pemerintah daerah bisa segera memperbaiki infrastruktur di Banten khususnya di Kabupaten Serang.
“Bagaimana infrastruktur ini jadi janji politik bupati maupun gubernur. Tentunya kita tetap tagih janji-janji politik itu,” ujarnya.
Ia mengatakan, melalui pelaksanaan hari buruh internasional di Kabupaten Serang, lanjut Asep, pihaknya berupaya untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah untuk memastikan kesejahteraan buruh.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











