Setelah dua kali gagal menjalani rumah tangga, Cimeng (39), nama samaran, mengaku tidak akan pilih-pilih lagi kalau ada perempuan yang siap dinikahi. Diceraikan istri pertama karena masalah ekonomi, Cimeng menikah lagi dengan Siti (28), bukan nama sebenarnya, karena bikin masalah dengan keluarga istri. Astaga.
Ditemui Radar Banten di Kecamatan Mancak, Cimeng tak sungkan diajak mengobrol tentang pengalaman berumah tangga. Sambil mengisap sebatang rokok dan segelas kopi hitam, Cimeng pun bercerita.
Katanya, Cimeng sudah berusaha menjaga keharmonisan dengan Siti dan keluarga. Ia mengaku takut kehilangan Siti karena tidak mau lagi mengulangi kesalahan masa lalu bersama istri pertama yang kandas setelah lima tahun akibat masalah ekonomi. “Dulu saya memang masih pengangguran, ditambah pusing istri ngomel terus,” katanya.
Singkat cerita, tiga bulan setelah perceraian, Cimeng bertemu Siti di jalan persimpangan tak jauh dari rumah. Bagai kucing melihat ikan asin, Cimeng langsung menyapa dan mengajak berkenalan. Bakat merayunya keluar dan berhasil meminta nomor telepon Siti. Sejak itu Cimeng selalu menghubungi Siti setiap malam.
Meski penampilan Siti sederhana, tapi ia dikaruniai wajah cantik, kulit putih, dan lekuk tubuh aduhai. Katanya, Siti juga punya pengalaman sama dengan Cimeng. Tapi, rumah tangganya cuma bertahan setahun, setelah punya anak, suaminya menceraikan. Waduh.
Cimeng tak kalah rupawan. Meski usianya beda sepuluh tahun dengan Siti, wajahnya awet muda, gaya rambut dan penampilannya juga keren. Apalagi waktu itu Cimeng baru diterima kerja di toko percetakan di Serang. Setiap malam Minggu pasti apel ke rumah Siti. Tiga bulan pacaran, Cimeng mengajak Siti untuk menuju hubungan lebih serius, yakni pernikahan. Waktu itu mereka mengontrak di Serang.
Berjalan setahun usia pernikahan, mereka dikaruniai anak pertama, membuat hubungan semakin mesra. Tapi, sejak memiliki anak, Siti yang awalnya penurut dan sangat patuh pada suami, sikapnya berubah tak seperti biasanya. “Dia jadi gampang marah dan enggak mau pergi berdua sama saya,” kata Cimeng.
Setiap ada acara kondangan atau silaturahmi ke rumah teman, Siti tak pernah mengajak suami. Alasannya ingin pergi sendiri, padahal di lokasi acara ia sudah berkumpul bersama teman-temannya yang membawa suami. Setiap ditanya, Siti mengaku suaminya sibuk bekerja. Astaga.
Setelah diselidiki, ternyata Siti malu berdampingan dengan Cimeng yang usianya jauh lebih tua. Hal itu diketahui Cimeng dari salah satu teman Siti. Parahnya, ternyata diam-diam Siti selalu menjelek-jelekkan Cimeng di depan teman-temannya. “Padahal dia saya nafkahi, keluarganya juga sering saya kasih uang. Tapi, balasan dia begitu ke saya,” tukas Cimeng.
Mengetahui hal itu, Cimeng tak terima dan memarahi Siti dengan membentak. Namun, Siti malah cuek dan tak mendengarkan suaminya. Cimeng semakin emosi, keluarlah kata-kata hinaan dari mulut Cimeng tentang keluarga Siti. “Waktu itu saya khilaf, kebawa emosi,” sesal Cimeng.
Siti menangis. Ia langsung memasukkan pakaiannya ke dalam tas besar. Meski Cimeng mencoba menghalang-halangi, tetapi Siti terus berontak hingga sang suami pasrah dan mulai meminta maaf. Hari itu Siti menemui keluarganya dan minta bercerai dengan Cimeng.
Meski sempat diadakan musyawarah agar rumah tangga mereka bertahan, tetapi itu tak membuat Siti mengubah keputusannya. Dua minggu kemudian Cimeng dan Siti pun resmi bercerai. Sampai hari ini, Cimeng masih sendiri, sedangkan Siti, kabarnya sudah menikah lagi. “Sekarang kalau ada yang mau sama saya, langsung saja deh kita ke pelaminan,” katanya sambil ketawa.
Ya ampun, sabar ya, Kang Cimeng. Semoga lekas mendapatkan istri lagi dan hidup bahagia. Amin. (mg06/zee/ira)








