PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) menjalin kerja sama dengan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) dalam mengelola Pelabuhan Warnasari. Rencana kerja sama itu diikat melalui penandatangan memorandum of understanding (MoU) di Hotel Arya Duta, Tangerang, Rabu (29/1).
Direktur Utama (Dirut) PT PCM Arief Rivai Madawi menjelaskan, pengelolaan operasional area Pelabuhan Warnasari tidak seluruhnya dikerja samakan dengan anak perusahaan PT Krakatau Steel (KS) tersebut. Melainkan hanya area seluas 10 hektare.
“Yang dikerja sama dengan KBS yang di sisi laut. Kalau yang 35 hektare lainnya kita juga sudah MoU dengan perusahaan lain di sisi darat,” ujar Arief didampingi oleh Direktur Operasional PT PCM Akmal Firmansyah di kantor PT PCM, Kamis (30/1).
Dilanjutkan Arief, kerja sama operasi pelabuhan dengan PT KBS dianggap akan menguntungkan bagi PT PCM karena PT KBS berencana akan masuk ke bursa saham atau Initial Public Offering (IPO) dimana hal itu menunjukkan PT KBS merupakan perusahaan yang sehat.
Sebelum meneken MoU dengan PT KBS, PT PCM terlebih dahulu menjajaki kerja sama dengan perusahaan asal Korea Selatan PT Tong Yang. Namun karena terkendala perizinan dua negara, pihaknya mengalihkan kerja sama itu dengan PT KBS.
Kesepakatan dua perusahaan pelat merah ini baru sebatas kesepahaman belum mencapai tahap perjanjian. Hal itu menurutnya akan ditindaklanjuti di kemudian hari.
Pasca MoU dengan KBS, kata Arief, pihaknya masih terus melakukan negosiasi dengan PT KBS untuk bidang-bidang yang akan dikerjasamakan. PT KBS juga dianggap memiliki pengalaman dalam operasional pelabuhan. “Itu secara teknis nanti kita bicarakan lebih lanjut,” tambahnya.
“PCM dan KBS sepaham kalau Pelabuhan Warnasari dijadikan pelabuhan umum, apakah nanti kargo atau curah seperti chemical,” kata Arief..
Jika perjanjian itu disepakati, KBS bisa melakukan investasi di Pelabuhan Warnasari. Akan tetapi, belum dibicarakan secara teknis bidang apa saja yang dikerjasamakan. “Tapi, tetap secara aturan kita (PCM -red) itu minimal 51 persen saham, atau menjadi saham mayoritas, kita lebih dominan,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Operasional PT KBS Widi Hartono menjelaskan, pihaknya tertarik untuk membangun kerja sama dengan PT PCM karena Pelabuhan Warnasari mempunyai potensi pasar yang sangat baik.
Terlepas dari potensi secara ekonomi, sebagai perusahaan negara yang berada di Kota Cilegon, kerja sama itu sebagai bentuk dukungan PT KBS terahadap program yang dicanangkan oleh Pemkot Cilegon. “Secara teknis akan dibahas lagi. Apakah nanti kerja sama operasi hanya sifatnya sharing profit, atau kita bisa memiliki saham di PCM atau gimana, nanti dibahas lagi. Intinya masih studi,” ujarnya. (bam/ibm/ags)












