SERANG – Dihubungi terpisah, warga Sayar saat dikonfirmasi mengenai rencana permakaman khusus Covid-19 menolak keras. Warga khawatir terkena wabah Covid-19.
Tokoh masyarakat lingkungan Salinggara, Kelurahan Sayar, Jamaksari mengaku kaget mendapatkan informasi rencana Pemprov menjadikan area sekitar permakaman Cina dan massal tanpa identitas dekat lingkungannya menjadi permakaman khusus Covid-19. “Kuburan massal itu kuburan tanpa identitas. Kalau jenazah corona, kan ada identitasnya. Kemudian dikubur ke Salinggara. Kalau semena-mena kami demo,” ujarnya kepada Radar Banten, Rabu (15/4).
Pria yang juga Ketua RT 01, RW 06 Lingkungan Salinggara itu menjelaskan, kalaupun pelaksanaan pemakaman jenazah melakukan standardisasi ketat, pihaknya tetap menolak. “Saya kaget pas dapat informasi. Makanya saya mengirim pesan ke Pak Lurah. Jangan sampai semena-mena ngubur yang lagi diheboh-hebohkan corona di kuburan massal Sayar,” jelasnya.
Hal senada dikatakan Ketua RW 06 Lingkungan Salinggara, Kelurahan Sayar, Marjuki. Kata dia, belum mendapatkan informasi utuh terkait rencana Pemprov membuat pemakaman khusus Covid-19. “Saya baru dapat informasi dari warga. Tapi, belum ada yang koordinasi dari pihak manapun. Insya Allah warga di sini menolak,” katanya.
Kata dia, pihaknya kini sedang mencari tahu titik lokasi dan pemilik tanah yang akan dijadikan permakaman. Jika sudah ditemukan, akan meminta penjelasan terkait rencana penjualan tanah. “Begini, memang memuliakan jenazah itu harus. Tapi, kan mereka (jenazah Covid-19) di tempat tinggalnya ada tempat permakaman masing-masing. Kan bisa. Beda lagi kalau buat usaha. Warga kami juga bisa bekerja di sana,” terangnya.
Sementara Lurah Sayar Iwan mengatakan, kelurahan belum menerima pemberitahuan resmi dari Pemkot atau Pemprov Banten. “Belum ada (koordinasi-red). Kami juga melihat respons masyarakat, yang dekat dengan lokasi permakaman,” pungkasnya. (nna-air-fdr/air/alt/ags)










