CILEGON – Buruh di Kota Cilegon merasa resah dan khawatir tertular virus Corona atau Covid-19 karena tetap melakukan aktivitas pekerjaan seperti biasa.
Kekhawatiran para buruh semakin memuncak setelah dikabarkan dua orang buruh pabrik kabel PT EDS Manufacturing Indonesia (PEMI) di Balaraja, Kabupaten Tangerang meninggal diduga akibat Covid-19.
Ketua Serikat Buruh Kota Cilegon, Rudi Syahrudin menjelaskan, ia menerima banyak keluhan dari para buruh terkait kekhawatiran tertular Covid-19 karena hingga saat ini belum diliburkan oleh perusahaan.
Selain itu, buruh merasa khawatir tertular karena yang bekerja di Kota Cilegon tak hanya pekerja dari dalam kota tapi juga banyak warga negara asing (WNA). “Emang ada perusahaan yang udah mulai selang seling kerjanya, tapi mayoritas masih seperti biasa kerjanya,” ujar Rudi saat ditemui di kantor Walikota Cilegon, Selasa (28/4).
Permintaan libur tersebut karena buruh tidak hanya khawatir dirinya tertular tapi juga anggota keluarganya di rumah.
Menurutnya, jangan sampai aktivitas pekerjaan diliburkan setelah jatuh korban seperti halnya yang terjadi di PT PEMI.
“Kebiasaan di kita kan kalau sudah jatuh korban aja baru diliburkan, jangan begitu dong harusnya, harus ada pencegahan,” paparnya.
Peristiwa yang terjadi di PT PEMI seharusnya menjadi pelajaran bagi stakeholder baik manajemen maupun pemerintah. “Harusnya mengerti sendiri lah, peka, jangan nunggu ribut dulu ada korban dulu,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon, Suparman menjelaskan, meliburkan aktivitas pekerjaan menjadi kewenangan masing-masing perusahaan.
Menurutnya, Disnaker Kota Cilegon selama ini belum menerima aspirasi tersebut dari buruh. “Kita hanya mencatat jika hal tersebut terjadi,” papar Suparman.
Disnaker Kota Cilegon menurutnya terus melakukan pemantauan aktivitas perekonomian untuk memastikan jika tidak ada pihak yang dirugikan baik perusahaan maupun buruh.
“Kita pastikan sejauh ini belum ada yang PHK sepihak, belum ada laporannya. Ada juga yang dirumahkan sementara atau berganti-gantian,” paparnya. (bam/air)










