slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Catatan Sekam

Saya Kalah oleh Panitia

Mashudi by Mashudi
08-06-2026 07:43:42
in Catatan Sekam
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Catatan Sekam

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Saya termasuk orang yang sempat tidak yakin. Ketika teman-teman panitia me­nyam­paikan rencana menggelar jalan san­tai untuk HUT Radar Banten ke-26, saya tidak langsung mengangguk. Apalagi langsung bilang, “Gas.” Saya lebih dulu diam. Meng­hi­tung. Mem­ba­yangkan. Lalu mulai khawatir.

Jalan santai hari ini tidak seperti 10 atau 15 tahun lalu. Dulu, acara seperti ini mudah sekali memancing orang keluar rumah. Tidak perlu konsep yang terlalu rumit. Tidak perlu banyak gimmick. Orang datang karena jalan santai adalah hiburan rakyat yang murah, sehat, dan bisa diikuti siapa saja.

Baca Juga :

Ketika Kejatuhan Dirayakan

Setelah Upacara Selesai

Belajar dari Panitia Kurban

Dari Pasar Senen ke Pasar Modal

Anak-anak bisa ikut. Orangtua bisa ikut. Keluarga bisa ikut. Tetangga bisa ikut. Teman sekantor bisa ikut. Yang penting pu­nya niat bangun pagi, pakai baju olah­raga, lalu jalan. Sekarang tidak sesederhana itu. Orang punya banyak pilihan. Mau hiburan, tinggal buka ponsel. Mau belanja, tinggal klik. Mau olahraga, ada banyak komunitas dengan gaya dan kelasnya masing-masing. Olahraga sekarang juga seperti buah-buahan: ada musimnya. 

Lebih dari itu, orang sekarang ikut acara juga berhitung. Bukan hanya menghitung waktu dan jarak, tapi juga menghitung gengsi. Menghitung citra. Keren tidak kalau datang? Enak tidak kalau diposting? Ada bahan cerita tidak untuk dibawa pulang?

Acara publik hari ini tidak hanya bersaing merebut waktu orang. Ia juga bersaing me­­rebut gengsi. Sementara fun walk bu­kan barang baru. Bukan terobosan yang membuat orang penasaran. Format­nya semua orang sudah tahu. Datang pagi, jalan, keringatan, hiburan, doorprize. Se­le­sai. Jus­tru karena itu saya khawatir. Ketika panitia bicara fun walk, yang muncul di kepala saya bukan hanya panggung dan doorprize. Yang muncul justru perta­nyaan: masihkah orang mau datang ramai-ramai untuk acara yang bentuknya sudah sangat akrab itu?

Dirut Radar Banten, Mashudi memberikan sam­bu­tan sebelum pengundian doorprize Fun Walk.

Pertanyaan itu saya sampaikan beberapa kali. Saya bilang kepada teman-teman, jangan main-main. Kalau mau bikin fun walk, harus serius. Sangat serius. Sebab acara publik hari ini tidak bisa lagi meng­an­dalkan nama besar semata. Orang da­tang karena merasa acara itu layak didatangi. Sponsor mendukung karena percaya acaranya layak didukung. Keper­ca­yaan seperti itu tidak boleh diperlakukan seperti tempelan logo di spanduk.

Saya khawatir acara sepi. Khawatir peserta tidak sesuai harapan. Khawatir sponsor ke­cewa. Kekhawatiran yang wajar bagi orang yang sudah beberapa kali ikut melihat bagaimana sebuah event lahir.

Kemarin, saya kalah. Kalah oleh panitia.

Fun Walk HUT Radar Banten ke-26 ternyata jauh lebih ramai dari yang saya bayangkan. Sejak pagi, kawasan Royal Baroe, Jalan SA Tirtayasa, sudah dipenuhi peserta. Mereka datang bukan hanya dari Kota Serang. Ada yang datang dari Cilegon, Kabupaten Serang, Pandeglang, Lebak, hingga Tangerang. Royal Baroe penuh. Nama Royal Baroe diberikan Pemerintah Kota Serang untuk kawasan Jalan SA Tirtayasa yang kini menjadi wajah baru pusat keramaian Kota Serang. Biasanya acara besar masyarakat bertumpu di Alun-alun. Kali ini, pusat perhatian berpindah ke sana.

Tempat itu memang berubah. Jalan yang dulu dikenal padat pedagang kaki lima, kini terlihat lebih rapi, terang, dan enak dipandang. Orang datang bukan hanya untuk lewat. Mereka berhenti. Duduk. Jalan-jalan. Mengambil foto. Membuat konten. Tapi saya tidak ingin membahas Royal Baroe terlalu jauh. Saya pernah menulis soal itu.

Yang ingin saya tulis adalah keramaian kemarin. Keramaian yang membuat ke­kha­watiran saya tampak seperti prasangka buruk seorang editor yang terlalu sering melihat risiko. Ada keluarga yang datang membawa anak-anak. Ada pelajar. Ada guru. Ada mahasiswa. Ada buruh. Ada ormas. Ada komunitas. Ada pegawai kan­tor. Ada pengusaha. Ada pejabat pe­merintah. Ada kepala daerah. Ada ang­gota DPRD yang sengaja berjalan bersama konstituennya. Ada juga yang memilih berjalan bersama komunitasnya. Peman­dangan seperti itu membuat acara terasa tidak kaku.

Fun walk kemarin tidak lagi hanya menjadi acara ulang tahun media. Ia menjadi tempat orang bertemu tanpa merasa sedang berada dalam acara resmi.

Ada pemerintah. Ada Polri. Ada TNI. Ada dunia usaha. Ada buruh. Ada pelajar. Ada guru. Ada komunitas. Ada warga. Ada sponsor. Ada panitia yang sejak malam kurang tidur. Mungkin juga sudah lupa apakah mereka sempat sarapan atau belum.

Bagi Radar Banten, usia 26 tahun bukan sekadar angka di backdrop. Sejak tahun 2000 sampai 2026, media ini sudah melewati banyak perubahan. Pernah berada di masa ketika koran pagi ditunggu. Kini berada di masa ketika berita masuk ke ponsel sebelum orang selesai mengaduk kopi.

Perubahan itu tidak kecil. Pembaca be­rubah. Teknologi berubah. Cara orang per­caya pada informasi juga berubah. Hari ini, media tidak cukup hanya cepat. Ti­dak cukup hanya ramai. Tidak cukup ha­nya dikenal banyak orang. Media harus tetap dipercaya. Itu pe­kerjaan yang lebih berat daripada mem­buat panggung ramai. Panggung bisa dibongkar malam itu juga. Tapi kepercayaan publik harus dijaga setiap hari.

Karena itu, ramainya fun walk kemarin ja­ngan hanya dicatat sebagai sukses acara. Terlalu sayang kalau berhenti di situ.

Kalau masyarakat masih mau datang, masih mau terlibat, masih mau memberi ruang bagi Radar Banten dalam hidup mereka, maka Radar Banten juga harus terus memba­lasnya dengan kerja jurnalistik yang pantas.

Kemarin saya belajar satu hal: kekha­watiran tidak selalu buruk. Ia membuat orang lebih hati-hati. Ia memaksa panitia be­kerja lebih rapi. Tapi kekhawatiran juga harus tahu diri ketika berhadapan dengan kerja keras. Dan kemarin, teman-teman panitia membuat kekhawatiran saya tahu diri.

Mereka tidak hanya menggelar fun walk. Me­reka membuat acara itu hidup. Mereka menghadirkan warga dari banyak tempat dan banyak kalangan. Mereka menjaga kepercayaan sponsor. Mereka memberi ruang bagi masyarakat untuk bergembira.

Mereka membuat HUT Radar Banten ke-26 terasa tidak hanya dirayakan oleh perusahaan, tetapi juga oleh publiknya.

Saya kalah oleh panitia. Ka­lah yang menyenangkan. Sebab dari kekalahan itu saya melihat sesuatu yang sering kita lupakan: orang masih mau berkumpul kalau diberi alasan yang baik. Ruang publik masih bisa menghidupkan kota kalau dikelola dengan benar. Dan Radar Banten, setelah 26 tahun berjalan, masih punya alasan untuk terus melangkah. Tidak berhenti di garis finish. (*)

Tags: Catatan Sekam
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Pemkot Tangsel Pertahankan 480 Guru Honorer Pendidikan Lewat Skema PJLP

Related Posts

Momentum Gerakan Kurangi Plastik
Catatan Sekam

Ketika Kejatuhan Dirayakan

by Mashudi
Kamis, 4 Juni 2026 07:53

Hari ini seseorang bisa dipuji. Besok dikritik. Lusa dicemooh. Minggu depan mungkin sudah dilupakan. Hari ini menjadi bintang. Wawancaranya dicari-cari....

Read moreDetails

Setelah Upacara Selesai

Belajar dari Panitia Kurban

Dari Pasar Senen ke Pasar Modal

Reformasi dan Suara Motor Kurir

Panas Tinggi Itu Ternyata Neuroblastoma

Petani Futuristik

Kehilangan Teman Naik Gunung

Tunggakan yang Tidak Biasa

Si Kembar: Pendidikan dan Pengajaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Saya Kalah oleh Panitia

Senin, 8 Juni 2026 07:43
Honorer kota tangsel

Pemkot Tangsel Pertahankan 480 Guru Honorer Pendidikan Lewat Skema PJLP

Senin, 8 Juni 2026 07:39
Pendidikan kabupaten Serang

Bupati Serang Minta Orang Tua Jadi Benteng Pendidikan Pertama untuk Anak-anak

Senin, 8 Juni 2026 07:27
Tempat Hiburan Malam Kabupaten Serang

Warga Desak Satpol PP Kabupaten Serang Tegas Tertibkan Tempat Hiburan Malam

Senin, 8 Juni 2026 07:18
Pornografi serang

Sebar Foto Sensual Istri Orang, Warga Tirtayasa Ini Diburu Polres Serang

Senin, 8 Juni 2026 07:03
Operasi Patuh Maung 2026

Polda Banten Tunda Gelar Operasi Patuh Maung 2026, Ganti dengan Pelayanan Simpatik

Senin, 8 Juni 2026 06:54
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Saya Kalah oleh Panitia

Senin, 8 Juni 2026 07:43
Honorer kota tangsel

Pemkot Tangsel Pertahankan 480 Guru Honorer Pendidikan Lewat Skema PJLP

Senin, 8 Juni 2026 07:39
Pendidikan kabupaten Serang

Bupati Serang Minta Orang Tua Jadi Benteng Pendidikan Pertama untuk Anak-anak

Senin, 8 Juni 2026 07:27
Tempat Hiburan Malam Kabupaten Serang

Warga Desak Satpol PP Kabupaten Serang Tegas Tertibkan Tempat Hiburan Malam

Senin, 8 Juni 2026 07:18
Pornografi serang

Sebar Foto Sensual Istri Orang, Warga Tirtayasa Ini Diburu Polres Serang

Senin, 8 Juni 2026 07:03
Operasi Patuh Maung 2026

Polda Banten Tunda Gelar Operasi Patuh Maung 2026, Ganti dengan Pelayanan Simpatik

Senin, 8 Juni 2026 06:54

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Saya Kalah oleh Panitia

by Mashudi
Senin, 8 Juni 2026 07:43

Saya termasuk orang yang sempat tidak yakin. Ketika teman-teman panitia me­nyam­paikan rencana menggelar jalan san­tai untuk HUT Radar Banten ke-26,...

Honorer kota tangsel

Pemkot Tangsel Pertahankan 480 Guru Honorer Pendidikan Lewat Skema PJLP

by Syaiful Adha
Senin, 8 Juni 2026 07:39

TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID--Pemkot Tangsel memastikan sebanyak 480 tenaga honorer di sektor pendidikan tetap dapat menjalankan tugasnya meski tidak masuk dalam formasi...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak