SERANG – Antusias warga dalam mengikuti program Vaksinasi Serentak menunjukan keberhasilan melawan konflik laten. Dimana kesadaran masyarakat untuk mencari informasi yang benar, terpercaya dan berimbang mengenai vaksin. Demikian diungkapkan oleh Sosiolog Untirta Stevany Afrizal kepada Radar Banten, Selasa (29/6).
Stevany mengatakan, dengan adanya perbedaan pandangan tersebut dalam kajian sosiologis adalah terjadinya konflik laten di masyarakat. “Konflik ini muncul ketika dimana satu kondisi yang memiliki potensi untuk menimbulkan konflik,” terangnya.
“Tetapi belum disadari oleh pihak-pihak yang terlibat jika dibiarkan tentu saja konflik laten ini bisa menyebabkan konflik social yang nyata. Hal ini disebabkan karena ada perbedaan persepsi di masyarakat mengenai vaksin,” tambah perempuan yang akrab disapa Fany.
Dosen Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Pendidikan (FKIP) itu di awal program pemerintah terhadap Pelaksanaan vaksin covid 19 saat ini mendapat berbagai macam polemik dan reaksi yang berbeda dalam pandangan masyarakat termasuk di Kota Serang.
“Konflik laten ini dapat dihidari dengan baik dengan upaya kesadaran masyarakat untuk mencari informasi yang benar, terpercaya dan berimbang mengenai vaksin ini,” ujarnya.
Kata dia, masyarakat sempat terbagi dua kubu yaitu masyarakat yang menerima dan menolak vaksinasi. Yang akhirnya memunculkan konflik akibat perbedaan kepentingan antara masyarakat pro dengan kontra terhadap vaksin.
“Bagi masyarakat yang kontra dengan vaksinasi beranggapan bahwa mempertimbangkan kepada keamanan dan kefektifan serta ketidak percayaan masyarakat terhadap kehalalan vaksin, dikarenakan masyarakat mayoritas muslim,” terangnya.
Berikutnya, kata Fany, berita-berita yang didapatkan masyarakat di social media mengenai propaganda, konspirasi, hoax dan menebarkan testimoni negative dari informasi tentang vaksin.
“Sedangkan masyarakat yang pro dengan penyelenggaraan vaksin beranggapan bahwa langkah yang efektif untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid 19,” terangnya.
Fany mengatakan, masyarakat yang sudah divaksin akan membentuk kelompok atau herd immunity. “Artinya membentuk kekebalan imun tubuh individu yang ada di masyarakat itu sendiri dengan cara vaksinasi,” terangnya. (Fauzan Dardiri)









