Bazar Tanaman Hias Radar Banten
BERBURU tanaman hias dengan perawatan mudah atau tak perlu memerlukan keahlian khusus menjadi pilihan para pecinta tanaman hias. Di hari ke empat pelaksaan Bazar tanaman hias, Selasa (29/6). Tanaman jenis Sansieviera, keladi, aglonema hingga bonsai kelapa gading kuning tak luput dari buruan pengunjung.
Sejak dibuka, Sabtu (26/6), 11 stand berbagai tanaman hias ada di area parkir Graha Pena Radar Banten, Lontarbaru, Kota Serang itu tak luput dari pengunjung. Area parkir yang luas, suasana nyaman, serta lokasi strategis menjadi daya tarik tersendiri di tengah penerapan protokol kesehatan ketat.
Salah satu penjaga stan tanaman hias, Parji mengatakan, di lapaknya paling banyak diminati jenis tanaman hias sansieviera. Mulai dari Sansieviera boncel, robusta penguin hingga paten jadi incaran para pengunjung. “Paling banyak sansieviera boncel, robusta, pinguin, ada juga paten. Alasannya, lebih mudah penanaman dan perawatannya,” ujarnya saat berbincang.
Kata Parji, alasan pengunjung memilih berbagai jenis tanaman hias sansieviera lantaran sedang tren. Tanaman ini pun tergolong elegan secara tampilan. Apalagi jiga sentuhan pot dengan variasi pilihan warna pas, ditambah bebatuan kecil di atas sebagai penutup tanah. “Sebagian besar (pembeli-red), buat koleksi,” terangnya.
Tak hanya itu, koleksi tanaman hias sansieviera jenis kimayo berumur tiga tahun pun tak luput dari perhatian para pengunjung. Dengan koleksi terbatas, sansieviera jenis ini memiliki daya tarik tersendiri. “Kalau yang jenis Kimayo sebenarnya ini di atas rata-rata harganya, karena yang mahal itu warna, dan umurnya tiga tahun,” katanya.
Sementara itu, penjaga stand ‘Kebun Nyimas’, Yanti mengaku tanaman hias keladi menjadi buruan para pengunjung. Seperti, keladi baret merah, infinity, wayang hingga daun garuda. “Perawatan sama tidak ribet. Paling tingkat kelembaban saja,” terangnya.
Dari berbagai jenis keladi yang ada. Keladi Catumpah paling mahal, motifnya banyak yang suka. Tanaman ini jadi incaran karena hasil persilangan yang menghasilkan variasi daun yang menarik. “Pada seneng. Ya, sebagian besar ibu-ibu, pecinta tanaman. Kalau yang enggak senang mah, pastinya terasa mahal saja berapa pun,” katanya seraya tertawa.
“Kami terimakasih kepada Radar Banten, di tengah kondisi seperti ini (pandemi Covid-19) kami terbantu. Selain lokasi yang strategis, pengunjung dari berbagai kalangan,” tambah Yanti.
Sementara itu, Penjaga Pot Bunga Serba Serbu, Adi mengaku tanaman hias aglonema menjadi pilihan pengunjung. Selain itu, pengunjung pun memilih peralatan penunjang tanaman seperti pot, dan pupuk. “Tanaman itu, ada aglonema yang terjual. Kemudian, Philo Birkin dan Butterfly,” terangnya.
Sementara itu, salah satu pemilik koleksi Bonsai Kelapa, Hary mengaku bonsai kelapa gading kuning banyak mendapat perhatian dari pembeli. Tampilan warna kuning yang dominan pada tangkai dan membuat pengunjung tertarik. “Hari ini saja ada empat bonsai kelapa yang keluar (dibeli-red),” katanya.
Untuk menghasilkan bonsai kelapa yang bisa menjadi pemandangan menawan, dirinya membutuhkan waktu tak kurang dari tujuh bulanan. Seperti halnya pada bonsai kelapa lainnya seperti, Hijau Hybrida, Gading Orange, Hijau Hybrida, Hijau Sayur. (fdr/air)









