SERANG – Mobilitas masyarakat Kota Serang kembali meningkat di tengah penerapan PPKM Darurat. Kini, mobilitas masyarakat naik 5 persen dari akhir pekan lalu sebesar 15 persen menjadi 20 persen.
Kepala Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Kota Serang W Hari Pamungkas mengaku kenaikan mobilitas masyarakat terjadi di daerah pinggiran. “Sebelumnya dievaluasi itu diangka 15 persen, tapi sekarang kembali meningkat menjadi 20 persen,” ujar Hari kepada wartawan, Selasa (13/7).
Kata Hari, persentasi kenaikan berdasarkan hasil analisis, kondisi di sisi jalan protokol dan perkotaan memang mobilitasnya sudah menurun bahkan mencapai 30 persen.
“Tapi di wilayah perkampungan, perumahan serta pinggiran Kota Serang mobilitasnya meningkat,” katanya.
Kepala Satpol PP Kota Serang Kusna Ramdani mengaku dalam menekan tingkat mobilitas masyarakat bersama Dishub dan Polri dengan melakukan penyekatan seperti di jalan protokol.
“Kedepannya saya harapkan selain penyekatan jalan ya pemadaman lampu yang kira-kira menimbulkan kerawanan lampu itu di padamkan saja misalnya protokol,” katanya.
Menurutnya, menurunnya aktivitas di pusat kota tapi kondisi terbalik di area perumahan dan perkampungan berjalan normal. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Camat agar melakukan Patroli bersama lurah, RW/RT.
“Nanti kedepannya kita tiap malam patroli. Kemarin juga ke Banten Lama dengan Satgas Covid-19 Kecamatan di wilayah Kasemen,” terangnya.
Walikota Serang Syafrudin mengaku melakukan upaya pengetatan sejumlah aktivitas masyarakat di tingkat bawah, terutama di wilayah lingkungan warga dan perumahan.
“Jadi nanti jangan sampai yang sudah distop di Kota, malah lari ke kampung-kampung,” ungkapnya.
Syafrudin mengatakan, akan berusaha mengoptimalkan peran kerja camat dan lurahuntuk melakukan pembatasan di wilayah masing-masing.
“Bila perlu nanti akan kami lakukan Tipiring (tindak pidana ringan-red) bagi mereka yang masih membandel,” katanya. (Fauzan Dardiri)









