CILEGON – Untuk mendorong herd immunity, vaksinasi di atas kapal terhadap crew akan dilakukan.
Upaya jemput bola itu dilakukan atas kerjasama antara Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten, Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Banten, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banten, Kantor Bea Cukai Merak, Direktorat Polair Banten, Lanal Banten, Indonesia Shipping Agency Association (ISAA) Banten, serta Pelabuhan Indah Kiat Merak.
Kepala KSOP Banten, Barlet Silalahi menjelaskan, vaksinasi dari kapal ke kapal atau ship to ship ini dilakukan agar program vaksinasi bisa menjangkau masyarakat maritim.
“Ini dilakukan agar bagaimana seluruh warga negara Indonesia yang masuk ke wilayahan pelabuhan semua sudah tervaksinasi, dimana kalo sudah tervaksin semua paling tidak kita sudah membantu program negara,” papar Barlet, Rabu (25/8).
Kepala Insa Banten Agus Sutanto menjelaskan, secara teknis, vaksinasi dilakukan oleh tim medis dari KKP Banten.
Setiap kapal yang sandar di pelabuhan, maka akan dilakukan vaksinasi kepada seluruh crew kapal tersebut.
Selain itu, jika kondisi arus sedang memungkinkan, tim pun akan mendatangi kapal yang sedang beroperasi di tengah laut.
“Jadi begitu kapal tiba, diperiksa langsung ini mungkin pertama kali di indonesia. Nah, inikan suatu hal yang membanggakan kita dari pemangku jabatan yang ada di Banten, jadi ini perdana di Indonesia, memang butuh evort untuk jemput bola ke tengah laut,” paparnya.
Sebagai asosiasi yang menaungi pemilik kapal, Agus bersyukur dengan adanya program tersebut, karena saat ini vaksinasi sangat penting bagi sektor apapun.
“Kami selaku pemilik kapal tentu mengucapkan ribuan terimakasih dan syukur karena ada yang memperihatikan crew kapal kami ketika mengapung apung dikapal laut, karena nyari vaksin susah nyari rumah sakit susah. Jadi, ketika sudah vaksin kita bisa terhindar dari gejala yang lebih berat lagi lah,” paparnya.
Terkait teknis vaksinasi, Kepala KKP Banten Sedya Dwisangka menjelaskan, vaksinasi ship to ship ini dilakukan untuk mempermudah crew kapal mendapatkan layanan vaksinasi.
“Pada prinsipnya kita mempermudah crew kapal untuk mendapatkan vaksinasi, di laut inikan gada puskesmas, gada rumah sakit, jadi setiap kali mereka sandar kita tim akan mengupayakan memberikan vaksin, sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Menurutnya, lokasi vaksinasi disesuaikan dengan kondisi arus. Jika tenang maka akan dilakukan di atas kapal.
Kepala Kantor Bea Cukai Merak Beni Novri menilai vaksinasi di atas kapal pun menjadi bagian dari pengawasan kapal asing.
“Kami kan mengawasi kapal kapal asing yang dari luar itu juga nanti akan kami koordinasikam untuk pelaksanaan vaksin karena kita juga sangat diminta untuk pemulihan ekonomi nasional,” paparnya. (Bayu Mulyana)









