Sejak awal rumah tangga, Sueb dan istrinya memang sudah terlihat tidak cocok. Mulai dari tidak mau diajak tinggal bersama suami, sampai sering mengeluh ke orangtua tentang sikap masing-masing. “Jadi istri saya tuh egois, enggak nurut ke suami,” keluhnya.
Setelah cerai, Sueb bertemu dengan Eca yang saat itu sedang main di rumah teman. Bagai kucing melihat ikan asin, hasrat berburu Sueb langsung aktif. Mulai dari mengajak kenalan, sampai minta nomer telepon. Semua lancar. “Tapi ternyata, dia nyuekin saya terus, ditelepon enggak diangkat, di SMS juga enggak bales,” keluhnya.
Tapi ya namanya juga cinta, semakin dicuekin semakin bikin penasaran. Sueb tak menyerah, ia dengan gagah berani mendatangi rumah Eca, bertemu dengan orangtua dan saudara. “Tapi Ecanya ngumpet terus di kamar,” katanya.
Sementara itu, orangtua dan keluarga Sueb yang sedih melihat putra mereka kesepian, berusaha mencarikan calon istri yang baru. Sampai akhirnya dapatlah Inem, janda anak satu yang manis, bodi aduhai, dan taat beribadah.
Keluarga Sueb diam-diam mengunjungi rumah Inem dan menyampaikan niat baik mereka. Tapi saat dipertemukan, Sueb malah cuek dan menolak karena alasan Inem sudah punya anak. “Saya kan pengen yang perawan,” kata Sueb.
Ia terus mengejar Eca. Meski berkali-kali ditolak, Sueb tetap nekat. Orang-orang sampai ikut merasa kasihan melihat Sueb. Tapi Sueb tak peduli, keluarganya yang sempat emosi karena Sueb keras kepala, akhirnya cuma bisa pasrah.
Pada akhirnya, Eca yang Sueb kejar-kejar malah menikah dengan lelaki lain. Begitu juga dengan Inem yang dipinang duda kaya. Sueb cuma bisa nangis sendirian di kamar. Ya ampun, sabar ya, Kang. “Minta doanya aja, Kang, semoga Ramadan tahun depan enggak sendirian lagi,” pintanya. Amin. (drp/air)











