SERANG – Setelah terbawa hanyut sekira 15 jam terbawa arus deras aliran sungai Selasa (14/9) sore. M Malik Hayatullah (11) warga Perumahan Bumi Mutiara Serang (BMS) Kelurahan Banjaragung, Kecamatan Cipocokjaya akhirnya ditemukan petugas di aliran sungai Cigelam, Desa Cigelam, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Rabu (15/9).
Pantauan Radar Banten, setelah pencarian dihentikan sehari sebelumnya, mulai sekira pukul 07.30 WIB Tim gabungan BPBD Kota Serang, Provinsi Banten, Basarnas, TNI, Polri serta masyarakat kembali melakukan pencarian. Kali ini, puluhan petugas terjun menyusuri kali mulai dari titik awal kejadian.
Setelah proses panjang, petugas harus menghadapi medan aliran kali dipenuhi tumpukan dan semak belukar berada di tengah dan pinggiran kali. Akhirnya pada pukul 11.00 WIB, anak kedua dari pasangan Rikki Ardiansyah dan Rita ditemukan meninggal dunia.
Setelah dibawa ke kediaman orang tuanya di Perumahan BMS RT 006 RW 012 oleh petugas. Jenazah anak kelas 6 SD itu disambut histeris pihak keluarga. Tangis pecah, setelah 15 jam menanti proses pencarian. Sayangnya, Malik pulang tak bernyawa.
Kepala Seksi Ops Kantor Basarnas Banten Heru Amir mengatakan, Malik ditemukan petugas di lapangan di kali Cigelam Kabupaten Serang. “Sekitar 7 kilometer dari lokasi kejadian tempat Malik berenang. Sekira pukul 11.00 WIB,” ujarnya kepada wartawan.
Heru menuturkan, proses pencarian dibagi menjadi empat titik dimulai sejak pagi tadi. Titik pertama dilakukan kemarin di sekitar lokasi kejadian sampai sekitar satu kilometer.
Lokasi kedua di aliran sungai dekat terminal, lokasi ketika di sungai Cibening dan lokasi keempat di sungai Kemayungan. “Di tiga lokasi pertama itu kami belum juga menemukan korban. Namun setelah pencarian diperluas, alhamdulillah ditemukan di aliran sungai Kemayungan,” katanya.
Kata Heru, pada saat ditemukan, Malik tersangkut di dahan pohon dalam posisi tengkurap dan sudah tak bernyawa. Melihat hal itu, tim kemudian langsung melakukan evakuasi sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). “Langsung kami serahkan ke pihak keluarga di BMS,” terangnya.
Ketua RW 012 Perumahan BMS Muhidin mengucapkan terimakasih atas ditemukannya jenazah korban. Ia berharap kejadian nahas tersebut menjadi pelajaran bagi semua warga yang berada di pinggir kali atau sungai.
“Sudah ditemukan, kami mengucapkan terimakasih mewakili keluarga,” katanya.
Muhidin mengatakan, jenazah disalahkan di Masjid Baiturrahman BMS. Setelah itu, jenazah dimakamkan pada pemakaman keluarganya di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. (Fauzan Dardiri)











