Tapi berbeda jika dengan Dewi, yang selalu bisa membuatnya tersenyum, ketawa, dan mencurahkan keluh kesah bersama. Mereka seperti pasangan yang serasi kalau sudah jalan berdua.
Apalagi, intensitas pertemuan keduanya semakin intens karena saat itu memang sedang banyak acara promosi produk baru. Berangkat subuh, pulang tengah malam. Sepanjang hari dihabiskan untuk kerja. “Pokoknya kita jarang ngobrol,” katanya.
Yudi dan Inem menitipkan anak mereka ke orangtua. Soalnya, Inem juga bekerja sebagai pelayan di minimarket. Mereka memang sedang ada target membeli rumah impian, jadi keduanya sebisa mungkin memiliki penghasilan.
Setiap harinya, Yudi malah lebih sering berkomunikasi dengan Dewi. Saat baru sampai di meja kerja, Dewi menyeduhkan kopi hitam dan membawa sarapan yang disiapkan khusus untuk Yudi.
Bukan cuma itu, di saat jam makan siang, Dewi juga tak sungkan mengajak Yudi makan berdua, saling bergantian mentraktir, serta mengingatkan jika terlalu sibuk mengurus event sampai lupa makan.
Sejak itulah Yudi merasa diperhatikan lebih oleh Dewi ketimbang istrinya sendiri. Karena merasa sudah sangat nyaman, Yudi juga tak bisa menolak saat Dewi mengajak jalan berdua sepulang kerja. “Nonton bioskop, nongkrong di kafe, seru-seruan aja,” tuturnya.
Hingga akhirnya, perasaan sayang Yudi yang mulai membesar kepada Dewi harus kandas karena Dewi dilamar lelaki lain. Lelaki itu pilihan orangtuanya, bukan hanya menikah, Dewi juga berhenti bekerja dan fokus mengurus suaminya. “Akhirnya mah saya balik lagi ke istri, cerita dengan Dewi, kini cuma tinggal kenangan,” tutupnya. (drp/alt)











