Sedangkan untuk pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, Pak Ben mengaku, dari 200 SD dan SMP yang melakukan PTM terbatas, tidak ada siswa atau guru yang terpapar Covid-19.
“ Saya sudah lakukan pengecekan ke beberapa sekolah dan hasilnya tidak ada siswa atau guru yang terpapar Covid-19,” ungkapnya.
Menurutnya, sepanjang sekolah sudah mengisi sistem di Dapodik milik Kementerian Pendidikan, Riset dan Teknologi RI, maka sekolah bisa melaksanakan PTM terbatas. “Tambah lagi sekolah yang melaksanakan PTM itu tergantung sekolah itu sendiri,” jelasnya.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Tangsel, ada 94.000 anak usia 12-17 tahun yang belum divaksin Covid-19. Namun, untuk siswa SMP sudah 96 persen divaksin Covid-19.
“Yang SMA, SMK, MA itu kewenangan Provinsi Banten. Dalam rapat kemarin kita siap menangani vaksinasi pelajar SMA karena awalnya ini akan ditangani Dindik provinsi, makanya kami diam,” ujarnya.
Dari target sekitar 130 ribu siswa usia 12-17 tahun yang harus divaksinasi, baru 38 persen yang mendapat vaksin Covid-19. “Saya minta dua hal saja, kalau misal Dindik provinsi mau lakukan vaksinasi ya segera, kalau tidak kami yang akan lakukan vaksinasi. Kalau untuk SMP sudah hampir selesai,” ungkapnya.
Pak Ben menjelaskan, anak usia 12-17 tahun yang sudah divaksinasi sekitar 80 ribuan dan itu sudah hampir selesai dan sisanya siswa SMA, SMK, dan MA .
“Kata provinsi, awal Oktober akan mulai melakukan vaksinasi untuk siswa SMA tapi kita tunggu sampai kemarin belum ada kabar. Jadi, Pemkot Tangsel siap ambil alih dalam vaksinasi SMA itu. Jadi masih di bawah 5 persen siswa SMA yang sama sudah lakukan vaksinasi,” tutupnya. (bud/don)











